Daihatsu Gran Max Blind Van A/T Resmi Meluncur: Transmisi Otomatis Pertama di Kelas Mobil Niaga
- account_circle dimas
- calendar_month Sen, 22 Sep 2025
- visibility 132

Daihatsu Gran Max Blind Van A/T Resmi Meluncur: Transmisi Otomatis Pertama di Kelas Mobil Niaga
OTOExpo.com , Jakarta – Mobil Niaga Masuk Era “Praktis”. Selama ini, mobil niaga selalu identik dengan transmisi manual. Logis sih: lebih murah, lebih mudah dirawat, dan dianggap lebih tangguh.
Tapi, pasar berubah. Dunia logistik sekarang makin padat, sopirnya pun bukan lagi “driver full-time” melainkan kadang pemilik bisnis sendiri yang turun langsung.
Nah, Daihatsu membaca tren ini dan menghadirkan sesuatu yang selama ini absen di kelasnya: Gran Max Blind Van 1.5 A/T dengan transmisi otomatis.
Gran Max: Dari Pick-Up ke Blind Van Otomatis
Sejak pertama kali hadir pada 2007, Gran Max sudah jadi “tulang punggung” bisnis kecil sampai besar. Dari toko kelontong, catering, sampai e-commerce, Gran Max punya reputasi Value For Money yang sulit disaingi.
Tapi versi Blind Van transmisi otomatis? Ini baru pertama. Diluncurkan pada 17 September 2025 di Jakarta, mobil ini jelas menyasar segmen pelaku usaha yang butuh kepraktisan ekstra.
Spesifikasi yang “Naik Kelas”
Gran Max Blind Van A/T ini menggendong mesin 1.5L Dual VVT-i bertenaga 97 HP dengan torsi 134 Nm—naik sekitar 9% dari varian 1.3.
Transmisi otomatisnya (A/T) membuat kendaraan lebih mudah dikendalikan, terutama di kemacetan kota besar.
Daihatsu juga membekali mobil ini dengan Electric Power Steering, AC dengan pengaturan fresh air, kursi ergonomis dengan sliding seat dan adjustable headrest.
Bahkan detail kecil seperti headlamp levelling dan fuel lid opener diperhatikan supaya pengguna bisnis makin nyaman.
Dari sisi keamanan, Daihatsu tak main-main. Ada Dual SRS Airbag, VSC, ABS+EBD, Immobilizer, Retractable Seatbelt dengan Pretensioner.
Ban lebih besar dengan velg R14 membuat ground clearance naik jadi 180 mm (lebih tinggi 15 mm), bikin rasa percaya diri bertambah saat lewat jalan rusak atau bawa muatan berat.
Kelebihan yang Jarang Ada di Kelasnya
Biasanya mobil niaga itu “utilitarian” yang penting muat banyak, irit, kuat. Gran Max Blind Van A/T mencoba menambah “kenyamanan dan keamanan” ke dalam paket itu.
Buat pengusaha yang juga nyetir sendiri, fitur-fitur ini terasa relevan. Transmisi otomatis jadi game-changer: tak perlu lagi injak kopling di tengah macet, tenaga tetap stabil, manuver lebih mudah.
Apakah Transmisi Otomatis Cocok untuk Niaga?
Walaupun terdengar menggiurkan, transmisi otomatis untuk mobil niaga punya tantangan tersendiri.
Pertama, beban kerja kendaraan niaga biasanya lebih berat, jadi sistem A/T harus benar-benar kuat dan tahan lama.
Kedua, biaya perawatan transmisi otomatis sering kali lebih mahal daripada manual. Bagi usaha kecil, ini faktor penting.
Daihatsu mengklaim A/T mereka dirancang khusus untuk kebutuhan niaga.
Namun pengguna perlu disiplin dalam perawatan oli transmisi, jangan menunda servis berkala, dan memastikan pengemudi memahami cara kerja A/T. Jika tidak, kenyamanan di awal bisa berubah jadi biaya besar di kemudian hari.
Kenapa Daihatsu Berani Luncurkan A/T?
Jawabannya sederhana: tren logistik berubah. Banyak pemilik bisnis yang tidak punya sopir tetap dan mengemudi sendiri.
Mereka cenderung lebih menghargai kenyamanan dibanding hemat sedikit biaya. Selain itu, sistem transportasi last mile delivery makin padat, sopir berganti-ganti shift, sehingga A/T bisa mengurangi kelelahan dan meningkatkan efisiensi.

Segmen Pasar yang Dibidik
Gran Max Blind Van A/T jelas menyasar pengusaha yang butuh kendaraan niaga tapi juga memprioritaskan kenyamanan.
Bisa untuk logistik e-commerce, distribusi produk farmasi, hingga layanan catering. Mobil ini juga cocok bagi perusahaan besar yang mau meningkatkan standar keselamatan armadanya dengan fitur modern.
Apakah Ini Akan Mengubah Pasar Mobil Niaga?
Jika berhasil, Gran Max Blind Van A/T bisa membuka tren baru. Bayangkan saja, selama ini mobil niaga low-end selalu manual.
Kalau Daihatsu sukses, pesaing lain mau tidak mau akan ikut meluncurkan A/T. Ini bisa mengubah standar industri mobil niaga di Indonesia.
Namun, harga dan biaya kepemilikan akan jadi faktor penentu. Pasar mobil niaga sensitif terhadap biaya.
Jika Daihatsu bisa menjaga selisih harga tak terlalu jauh dari versi manual dan biaya servis tetap bersahabat, maka Gran Max Blind Van A/T punya peluang besar.
Gran Max Blind Van A/T adalah jawaban Daihatsu untuk pelaku usaha yang ingin naik kelas: dari sekadar kendaraan kerja ke kendaraan operasional yang juga nyaman dan aman.
Transmisi otomatis, fitur keselamatan lengkap, dan mesin lebih bertenaga adalah nilai plus. Tapi pengguna harus realistis: transmisi otomatis memerlukan perawatan lebih disiplin.
Bagi bisnis yang fokus pada efisiensi dan kenyamanan pengemudi, mobil ini terasa masuk akal. Namun bagi yang mengejar biaya termurah dengan armada besar, versi manual mungkin masih lebih ekonomis.
Apa pun pilihannya, kehadiran Gran Max Blind Van A/T menandai era baru mobil niaga di Indonesia era di mana kenyamanan dan keamanan tak lagi jadi “opsi,” tapi bagian dari paket standar.***
.
.
- Penulis: dimas

