CSR Wuling Rampungkan Program 10.000 Pohon untuk Indonesia
- account_circle dimas
- calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
- visibility 171
- comment 0 komentar
- print Cetak

CSR Wuling Rampungkan Program 10.000 Pohon untuk Indonesia
OTOExpo.com , Cikarang – Di tengah perayaan hari jadinya yang ke-8 di Indonesia, Wuling Motors menutup salah satu program CSR jangka panjang mereka dengan cukup manis dan bermakna: “10.000 Pohon untuk Indonesia” resmi rampung.
Program penghijauan yang dimulai sejak 2016 itu akhirnya mencapai titik akhir dengan penanaman 4.000 pohon trembesi di Surakarta, Bogor, dan Kabupaten Bekasi.
Berbeda dengan peluncuran mobil atau peresmian dealer, momen ini memang tidak seramai berita otomotif lain.
Tapi dalam jangka panjang, dampaknya bisa jauh lebih besar—bukan hanya untuk perusahaan, tapi juga untuk masyarakat dan lingkungan sekitar.
Komitmen Jangka Panjang yang Konsisten
Program “10.000 Pohon untuk Indonesia” bukan proyek dadakan. Diluncurkan sejak 2016, Wuling menjadikan inisiatif ini bagian dari tiga pilar CSR mereka: pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Target mereka sederhana namun ambisius: menanam 10.000 pohon untuk membantu pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
Delapan tahun berselang, target itu akhirnya tuntas. Dan momen penyelesaiannya sengaja diselaraskan dengan ulang tahun ke-8 Wuling di Tanah Air, yang digelar di pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat.

Pohon Trembesi Jadi Pilihan Strategis
Untuk jenis pohon, Wuling memilih trembesi, yang dikenal memiliki kanopi luas dan kemampuan menyerap karbon tinggi.
Trembesi juga cocok untuk meneduhkan kawasan perkotaan sekaligus memperbaiki kualitas udara.
Pada tahap akhir program ini, Wuling menanam:
- 2.000 pohon trembesi di Kabupaten Bekasi
- 1.000 pohon trembesi di Kabupaten Bogor
- 1.000 pohon trembesi di Kota Surakarta
Lokasi-lokasi ini bukan dipilih secara acak. Semuanya berada di sekitar atau beririsan dengan wilayah operasional dan distribusi Wuling, menunjukkan bahwa perusahaan ingin memberikan kontribusi nyata di tempat-tempat yang terdampak langsung oleh aktivitas industrinya.
Penanaman di Kabupaten Bekasi: Simbol Kolaborasi
Penanaman terbesar dilakukan di Kabupaten Bekasi, tepatnya di sekitar kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 Juli 2025, dan diserahkan secara simbolis oleh Arif Pramadana, Vice President Wuling Motors, kepada Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.
Dalam sambutannya, Asep menyebut inisiatif ini sebagai contoh ideal sinergi antara industri dan lingkungan.
Ia menilai bahwa kegiatan semacam ini membuktikan bahwa kemajuan ekonomi dan tanggung jawab sosial bisa jalan berdampingan.
Kontribusi di Kabupaten Bogor: Lebih dari Sekadar Menanam
Di Kabupaten Bogor, penanaman dilakukan dua hari sebelumnya, yaitu 7 Juli 2025, melalui penyerahan simbolis oleh M. Ivan Nuramdhani (HR Director) dan Li Fosheng (Purchasing Director) kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Tidak hanya sebagai aksi simbolik, penanaman ini juga diharapkan berkontribusi pada penghijauan wilayah pinggiran kota, terutama dalam upaya melestarikan hutan kota di tiap kecamatan.
Pemerintah daerah menyambut baik langkah ini sebagai bagian dari solusi jangka panjang terhadap pemanasan global dan degradasi kualitas udara.
Kota Surakarta: Hijaukan Jantung Kota Lewat Urban Forest
Tak kalah penting, Wuling juga melakukan penanaman 1.000 pohon trembesi di Surakarta, tepatnya di kawasan Taman Urban Forest Bengawan Solo pada 5 Juli 2025.
Seremonial penyerahan dilakukan oleh Meyristya Angelia, Admin and Operation Management Director Wuling Motors, kepada Camat Jebres, Samsu Tri Wahyudin.
Langkah ini sangat strategis karena menyasar ruang terbuka hijau di tengah kota. Pemerintah setempat berharap pohon-pohon ini dapat membantu menurunkan suhu perkotaan, mencegah erosi, serta mengurangi risiko banjir dan kekeringan di musim ekstrem.
Bukan CSR Sekadar Seremoni
Kalau bicara soal CSR perusahaan besar, nggak sedikit yang hanya berhenti di pencitraan.
Tapi dalam kasus Wuling, inisiatif ini tergolong konsisten dan terukur, dengan hasil yang bisa dilihat langsung dari angka pohon yang tertanam hingga lokasi penyebarannya yang tersebar merata.
Lebih dari itu, Wuling juga tampak berusaha menjalin hubungan jangka panjang dengan pemerintah daerah dan komunitas setempat, bukan sekadar “datang, tanam, lalu pergi”.
Sedikit Catatan : Perlu Monitoring dan Pemeliharaan
Walaupun program ini patut diapresiasi, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan ke depan: bagaimana nasib pohon-pohon ini setelah ditanam?
Sebagus apapun program CSR, kalau tidak diikuti dengan monitoring dan pemeliharaan, dampaknya akan minim.
Akan sangat baik jika Wuling juga menggandeng komunitas lokal, pelajar, atau organisasi lingkungan setempat untuk mengadopsi, merawat, dan menjaga keberlangsungan pohon-pohon tersebut.
Green Legacy dari Industri Otomotif
Penutupan program “10.000 Pohon untuk Indonesia” jadi salah satu contoh CSR yang tidak hanya simbolik, tapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Di tengah isu polusi dan krisis iklim, langkah seperti ini jadi penting terutama datang dari industri otomotif, yang sering jadi sorotan terkait jejak karbon.
Lewat program ini, Wuling menunjukkan bahwa tumbuh sebagai perusahaan bisa tetap selaras dengan bumi yang hijau.
Semoga inisiatif seperti ini tidak berhenti di angka 10.000 pohon saja, tapi bisa jadi inspirasi untuk langkah-langkah hijau selanjutnya baik dari Wuling maupun pelaku industri lain. ****
.
.
.
.
- Penulis: dimas
