Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Chery Melesat ke Posisi 6 Merek Terlaris

Chery Melesat ke Posisi 6 Merek Terlaris

  • account_circle Selviyani Mimie
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 181
  • print Cetak

Chery Melesat ke Posisi 6 Merek Terlaris

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Siapa sangka, Chery yang dulu sempat diragukan saat comeback ke pasar otomotif Tanah Air, kini justru mencuri perhatian.

Di bulan Juni 2025, PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengantongi penjualan sebanyak 2.271 unit, cukup untuk mengantarkan mereka menempati posisi ke-6 dalam daftar 10 besar merek mobil terlaris di Indonesia.

Tapi di balik angka yang terlihat fantastis ini, muncul satu pertanyaan besar: Apakah ini tanda kebangkitan jangka panjang, atau hanya euforia sesaat?

“Kami bersyukur dapat menutup bulan Juni 2025 dengan capaian yang sangat positif dimana penjualan
Chery berhasil mencapai 2.271 unit, hingga mengalami kenaikan yang signifikan 167% jika dibandingkan
periode yang sama pada tahun sebelumnya yang membukukan penjualan sebesar 848 unit.” ujar
Rifkie Setiawan, Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia.

Chery Melesat ke Posisi 6 Merek Terlaris

TIGGO 8 CSH: The Real MVP

Kalau kita bedah, kontributor utama dari pencapaian ini adalah si jagoan baru mereka, Chery TIGGO 8 CSH, SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang berhasil mencatat penjualan 1.102 unit hanya di bulan Juni saja.

Bahkan sejak peluncuran resminya di Mei 2025, mobil ini sudah membukukan lebih dari 2.500 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

Sebagai produk PHEV, TIGGO 8 CSH terbilang unik. Bukan cuma karena teknologi Chery Super Hybrid-nya yang menawarkan performa dan efisiensi sekaligus, tapi juga karena harga jualnya yang kompetitif di angka Rp 509,9 juta (OTR Jakarta).

Di pasar Indonesia, ini bisa dibilang “setengah harga” dari beberapa hybrid premium lainnya.

Tapi… apakah murah berarti lebih baik?

Kejar Target

Chery sepertinya sangat paham bahwa pasar Indonesia sedang jatuh hati dengan tren elektrifikasi. Tapi dibandingkan para pemain lama seperti Toyota dengan Hybrid Series-nya atau Wuling dengan EV-nya yang makin agresif, langkah Chery masih terlihat seperti lompatan spekulatif.

Memang, TIGGO 8 CSH menjadi best selling PHEV di Indonesia saat ini. Tapi jangan lupa, segmen PHEV sendiri masih terbilang niche dibanding hybrid konvensional atau BEV (Battery Electric Vehicle).

Artinya, meskipun dominan di ceruk pasar, Chery belum tentu punya pengaruh kuat di pasar massal.

Dan kalau bicara jangka panjang, konsistensi adalah kunci. Kita belum tahu apakah minat konsumen akan tetap tinggi 3 atau 6 bulan ke depan, apalagi mengingat kompetitor juga tengah bersiap meluncurkan model-model hybrid baru di semester II 2025.

SUV Lainnya: Potensi atau Hanya Pelengkap?

Selain TIGGO 8 CSH, Chery juga menggandeng dua model lain sebagai motor penjualan: Chery J6 yang disebut sebagai EV offroad pertama di Indonesia, dan Chery TIGGO Cross, crossover berkarakter urban.

  • J6 terjual 442 unit, angka yang lumayan mengingat EV offroad masih terdengar “nanggung” untuk pasar Indonesia.
  • TIGGO Cross mencatat 382 unit, cukup menarik tapi masih jauh dari menggoyang dominasi HR-V, Yaris Cross, atau WR-V yang sudah punya fanbase.

Artinya? TIGGO 8 CSH tetap jadi tulang punggung utama, sementara dua model lain masih berfungsi sebagai penambah volume semata.

Purna Jual yang Menggoda

Di atas kertas, garansi purna jual Chery memang bikin ngiler:

  • Mesin 10 tahun atau 1.000.000 km
  • Baterai 10 tahun atau 200.000 km
  • Free jasa & sparepart 4 tahun
  • ERA 24 jam selama 3 tahun

Namun, kita semua tahu after-sales bukan cuma soal janji garansi, tapi juga soal jaringan servis dan kemudahan klaim.

Dan sejauh ini, Chery belum menunjukkan sebaran diler dan bengkel seluas Toyota atau Honda. Apakah 10 tahun garansi itu cukup meyakinkan, kalau konsumen masih harus bertanya-tanya soal ketersediaan suku cadang?

Naik ke Papan Atas, Tapi Masih Butuh Bukti

Tak bisa dipungkiri, melesatnya Chery ke posisi 6 adalah capaian impresif. Dengan total 10.283 unit di semester I 2025, CSI menunjukkan bahwa mereka bukan pemain ecek-ecek.

Tapi di pasar yang cepat berubah seperti Indonesia, angka penjualan satu-dua bulan belum bisa jadi indikator loyalitas konsumen.

Apakah tren ini akan bertahan?

  • Jika Chery bisa menjaga kualitas produk dan pelayanan purna jualnya, besar kemungkinan mereka akan tetap ada di papan atas.
  • Tapi jika momentum ini tidak dijaga dengan baik  misalnya kualitas mobil menurun, isu baterai mencuat, atau layanan servis tersendat  maka kejayaan ini bisa berubah jadi kenangan.

Mulai Goyahkan, Tapi Belum Gantikan

Untuk sekarang, Chery jelas mulai menggoyahkan dominasi pasar hybrid dan bahkan memberi ancaman nyata untuk brand Jepang. Tapi jalan menuju kestabilan masih panjang.

Satu hal yang pasti, konsumen Indonesia sekarang sudah mulai terbuka pada alternatif baru. Dan Chery dengan strategi harga agresif, fitur melimpah, serta desain yang makin atraktif  berhasil memanfaatkan momentum ini dengan baik.

“Semoga momentum baik tersebut dapat terus berlangsung, dan pasar otomotif tahun ini dapat lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujar Rifkie Setiawan.

Tinggal tunggu waktu, apakah mereka bisa membuktikan diri sebagai penantang sejati… atau hanya jadi bintang tamu dalam drama persaingan otomotif Indonesia. ***

.

.

.

  • Penulis: Selviyani Mimie

Artikel Menarik Lainnya

expand_less