News
light
Beranda » Tips » Cara Hindari Tangki Berkarat

Cara Hindari Tangki Berkarat

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Jum, 19 Des 2025
  • visibility 166

Cara Hindari Tangki Berkarat

Tangki motor berkarat bisa menyebabkan kebocoran dan mesin bermasalah. Simak tips praktis mencegah karat pada tangki bahan bakar langsung dari ahlinya.

 

 

OTOExpo.com  Kondisi tangki bahan bakar sering kali luput dari perhatian pemilik kendaraan. Padahal, tangki berkarat bisa menjadi sumber masalah serius, mulai dari kebocoran hingga gangguan aliran bahan bakar yang berdampak langsung pada performa mesin. Jika dibiarkan, karat pada tangki bahkan bisa berujung pada kerusakan komponen lain yang biayanya tidak murah.

Menurut Saiful Hermawan, modifikator tangki motor yang beroperasi di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, sebagian besar kasus tangki bocor justru berasal dari kerusakan bagian dalam tangki akibat karat dan korosi.

“Tangki bocor hampir selalu ditemui dari bagian dalam yang sudah terkena karat. Lama-kelamaan karat ini menggerogoti material tangki dan akhirnya menyebabkan korosi,” jelas Saiful saat ditemui OTOExpo.com.

Masalah tangki berkarat tidak berhenti pada kebocoran saja. Serpihan karat yang terlepas bisa ikut terbawa aliran bensin dan masuk ke sistem bahan bakar. Dampaknya, saluran bahan bakar bisa tersumbat, injektor atau karburator menjadi kotor, dan performa mesin menurun.

Dalam kondisi tertentu, motor bisa terasa brebet, sulit dihidupkan, atau bahkan mogok mendadak. Oleh karena itu, mencegah karat pada tangki bahan bakar merupakan langkah penting dalam perawatan kendaraan jangka panjang.

Saiful menjelaskan bahwa penyebab paling umum tangki berkarat adalah kebiasaan membiarkan tangki dalam kondisi kosong atau setengah kosong terlalu lama.

“Tangki yang sering kosong akan memicu munculnya embun dan air di bagian dalam. Nah, embun dan air inilah yang menjadi penyebab utama timbulnya karat,” jelasnya.

Perubahan suhu lingkungan, terutama saat malam dan pagi hari, menyebabkan uap air mengendap di dinding bagian dalam tangki. Jika dibiarkan terus-menerus, air tersebut akan mempercepat proses oksidasi logam.

Untuk mencegah hal tersebut, Saiful menyarankan agar pemilik kendaraan membiasakan mengisi bensin hingga penuh, terutama jika motor jarang digunakan.

Dengan tangki terisi penuh, ruang udara di dalam tangki menjadi lebih sedikit sehingga risiko terbentuknya embun dapat ditekan. Cara sederhana ini terbukti cukup efektif untuk memperlambat munculnya karat, terutama pada motor yang jarang dipakai harian.

Tips berikutnya yang tak kalah penting adalah memanaskan kendaraan secara rutin, minimal dua hari sekali. Tujuannya bukan hanya menjaga kondisi mesin, tetapi juga memastikan bahan bakar tidak mengendap terlalu lama di dalam tangki.

“Memanaskan motor bisa membantu sirkulasi bahan bakar dan mencegah bensin mengendap terlalu lama. Ini penting terutama untuk motor yang jarang dipakai,” tambah Saiful.

Saat mesin menyala, suhu di dalam tangki akan meningkat dan membantu mengurangi kelembapan yang bisa memicu karat.

Masalah tangki berkarat kerap terjadi pada pemilik kendaraan lebih dari satu unit. Dalam banyak kasus, motor lama sering kali terlupakan karena pemilik lebih fokus menggunakan kendaraan baru.

“Ada orang yang punya lebih dari tiga kendaraan, baik motor maupun mobil. Yang baru pasti sering dipakai, sedangkan yang lama jarang disentuh,” ujar Saiful.

Kendaraan yang jarang digunakan atau bahkan tidak digunakan sama sekali dalam waktu lama sangat rentan mengalami karat pada tangki. Tanpa perawatan dasar, proses ini terjadi perlahan namun pasti.

Banyak pemilik motor mengira karat muncul dalam waktu singkat, padahal prosesnya bersifat jangka panjang. Namun, bukan berarti bisa dianggap sepele.

“Biasanya motor yang jarang digunakan, dalam waktu sekitar satu tahun karat itu sudah mulai muncul,” ungkap Saiful.

Jika dibiarkan bertahun-tahun tanpa penanganan, kondisi karat bisa semakin parah dan berujung pada kebocoran yang sulit diperbaiki.

Mencegah tangki berkarat sejatinya tidak memerlukan perawatan rumit atau biaya mahal. Kebiasaan sederhana seperti mengisi bensin penuh, memanaskan mesin secara rutin, dan tetap menggunakan kendaraan meski sesekali sudah cukup membantu menjaga kondisi tangki tetap sehat.

Dengan perawatan yang tepat, tangki bahan bakar bisa bertahan bertahun-tahun tanpa masalah, sekaligus menjaga performa mesin tetap optimal.

Kesimpulannya, tangki berkarat bukan masalah sepele. Dengan memahami penyebab dan cara pencegahannya, pemilik kendaraan bisa terhindar dari kerusakan yang merugikan dan menjaga motor tetap dalam kondisi prima.***

 

  • Penulis: Pandito
  • Editor: dimas lombardi

✈︎ Random Artikel

expand_less