BYD di IIMS 2026! Pamer Teknologi 1.000V, Charging 5 Menit, hingga ATTO 3 Advanced Plus untuk Indonesia
- account_circle dimas
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- visibility 50
- print Cetak

BYD Gila-Gilaan di IIMS 2026! Teknologi 1.000V & Charging 5 Menit + ATTO 3 Advanced Plus Resmi Meluncur
BYD Hadirkan Terobosan Teknologi Terbaru di IIMS 2026, Mendorong Kemajuan Otomotif Menuju Mobilitas Berkelanjutan
BYD Gila-Gilaan di IIMS 2026! Teknologi 1.000V & Charging 5 Menit + ATTO 3 Advanced Plus Resmi Meluncur
OTOExpo.com , Jakarta – BYD tidak datang ke Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sekadar memajang mobil listrik. Mereka datang membawa pesan tegas: era kendaraan listrik di Indonesia sudah masuk fase matang, dan BYD siap memimpin bukan hanya lewat produk, tetapi lewat ekosistem teknologi yang komplet.
Berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di Hall D, JIExpo Kemayoran, BYD menampilkan pendekatan yang jauh lebih agresif dibanding sekadar “launching model baru”.
Tema booth bertajuk “Infinite Innovation” seolah menjadi simbol bahwa BYD bukan lagi pemain baru di pasar EV Indonesia melainkan penggerak arah industri.
Secara global, BYD menutup 2025 dengan pencapaian yang nyaris tak tersentuh kompetitor: produksi kendaraan energi baru (NEV) ke-15 juta, penjualan global lebih dari 4,6 juta unit, serta ekspor yang untuk pertama kalinya menembus 1 juta unit dalam setahun dan tersebar di 119 negara dan wilayah. Catatan tersebut mengukuhkan BYD sebagai Global Sales Champion di segmen NEV.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menegaskan bahwa pertumbuhan BYD dibangun dari strategi fundamental: menguasai teknologi inti dan mengintegrasikan semuanya dari hulu ke hilir.

BYD Gila-Gilaan di IIMS 2026! Teknologi 1.000V & Charging 5 Menit + ATTO 3 Advanced Plus Resmi Meluncur
“Penguasaan teknologi inti dan integrasi sistem dari hulu ke hilir, mulai dari platform kendaraan, sistem penggerak, hingga manufaktur, menjadi dasar BYD dalam menghadirkan kendaraan listrik yang aman, andal, dan siap digunakan di pasar internasional termasuk pasar Indonesia,” ujar Eagle Zhao.
Indonesia menjadi panggung yang semakin serius. Sepanjang 2025, penetrasi kendaraan listrik nasional melonjak hingga sekitar 13%, hampir empat kali lipat dibanding dua tahun sebelumnya. Artinya, EV bukan lagi pasar kecil—tetapi sudah menjadi segmen yang diperhitungkan.
Di tengah percepatan itu, BYD mencatat performa dominan. Sepanjang 2025, BYD Indonesia membukukan penjualan lebih dari 54.000 unit dan menguasai sekitar 52% pangsa pasar EV nasional. Puncaknya terjadi pada kuartal empat 2025 saat penjualan EV nasional menembus 13.000 unit per bulan dengan pangsa EV mencapai 18%, di mana model-model BYD disebut menjadi salah satu penggerak utamanya.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut keberhasilan ini tidak hanya didorong produk, tetapi juga strategi penetrasi jaringan dan edukasi publik.
“BYD membangun kehadirannya secara bertahap dari wilayah barat hingga timur Indonesia, tidak hanya melalui pengembangan jaringan, tetapi juga lewat edukasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan mitra lokal,” ujar Luther.
Salah satu bagian paling “keras” dari presentasi BYD di IIMS 2026 adalah pemaparan teknologi yang biasanya hanya dibicarakan di forum engineering.
BYD memamerkan pengembangan Megawatt Charging System yang ditopang oleh Super e-Platform dengan arsitektur tegangan tinggi hingga 1.000V, serta penggunaan chip daya Silicon Carbide (SiC) 1.500V.
Hasilnya bukan gimmick. Sistem ini diklaim mampu mengisi energi hingga sekitar 400 kWh hanya dalam waktu sekitar lima menit—angka yang jika benar-benar diimplementasikan luas, dapat mengubah persepsi publik soal EV: dari “mobil hemat tapi ribet ngecas” menjadi “mobil cepat yang praktis”.
Di industri kendaraan listrik, teknologi charging adalah titik perang utama. Dan BYD jelas ingin mengunci isu terbesar EV di Indonesia: waktu pengisian.
Keunggulan BYD juga tidak berhenti di baterai dan motor listrik. Mereka memperlihatkan bagaimana skala manufaktur menjadi faktor penentu konsistensi kualitas.
BYD Zhengzhou Mega Factory menjadi bukti bahwa BYD bermain di level industri besar, bukan sekadar “brand EV”. Proses produksi di fasilitas ini disebut menggunakan ribuan robot industri dengan tingkat otomatisasi lebih dari 98%, serta sistem manufaktur digital untuk memantau setiap tahap produksi secara presisi.
Dengan sistem seperti itu, toleransi perakitan, konsistensi struktur bodi, dan kualitas akhir kendaraan bisa dikontrol lebih ketat faktor penting untuk pasar yang semakin kritis seperti Indonesia.
Untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, BYD sadar mereka harus mengubah cara masyarakat memahami teknologi. Karena itu, BYD mengembangkan BYD Di-Space, ruang edukasi interaktif yang menjembatani teknologi kompleks menjadi pengalaman yang bisa dipahami konsumen awam.
Mulai dari aspek keselamatan baterai, efisiensi energi, hingga kenyamanan berkendara, semuanya dikemas agar publik bisa memahami bahwa EV bukan barang “eksperimental”, tetapi sudah siap digunakan harian.
Di tengah gelombang teknologi besar tersebut, BYD juga memperkenalkan produk yang sangat relevan untuk pasar Indonesia: BYD ATTO 3 Advanced Plus.
Varian ini dirancang sebagai opsi baru untuk konsumen yang menginginkan SUV listrik modern dengan fitur esensial, tanpa kehilangan DNA BYD sebagai brand EV yang matang.
Secara teknis, BYD ATTO 3 Advanced Plus dibekali:
-
Baterai 49,92 kWh
-
Jarak tempuh hingga 410 km
-
Velg 18 inci
-
Ban 235/50 R18
Fitur kenyamanan yang menonjol meliputi panoramic sunroof, tailgate dengan one-touch open/close, layar sentuh 15,6 inci, hingga wireless phone charging.
Dari sisi keselamatan, BYD tetap mempertahankan fitur aktif seperti:
-
Adaptive Cruise Control Stop & Go
-
Automatic Emergency Braking
-
Lane Departure Warning
-
Lane Keeping Assist
-
Rear Cross Traffic Brake
Kombinasi ini menjadikan ATTO 3 Advanced Plus sebagai SUV listrik yang tetap modern, tetapi lebih realistis untuk kebutuhan harian.
Booth BYD di IIMS 2026 menampilkan 12 unit kendaraan listrik, mencakup model seperti:
-
BYD ATTO 1
-
BYD ATTO 3
-
BYD Dolphin
-
BYD Seal
-
BYD Sealion 7
-
BYD M6
Pendekatan display dibuat tematik: BYD M6 dipamerkan dengan konsep camping untuk menonjolkan fleksibilitas MPV listrik, sedangkan ATTO 1 dihadirkan dengan konsep urban park sebagai simbol EV perkotaan.
Tidak berhenti di display, BYD juga menyediakan area test drive dengan total 8 unit kendaraan, termasuk ATTO 1, ATTO 3, Sealion 7, Seal, dan M6.

BYD Gila-Gilaan di IIMS 2026! Teknologi 1.000V & Charging 5 Menit + ATTO 3 Advanced Plus Resmi Meluncur
Dengan kata lain, BYD tidak hanya memamerkan produk mereka menantang publik untuk mencoba langsung.
Kehadiran BYD di IIMS 2026 menegaskan bahwa Indonesia bukan pasar sampingan. Ekspansi jaringan dealer dari barat ke timur Indonesia, peluncuran varian baru ATTO 3, serta pemaparan teknologi charging ultra-cepat adalah sinyal kuat: BYD sedang membangun dominasi jangka panjang.
Jika pasar EV Indonesia benar-benar bergerak menuju skala massal dalam dua hingga tiga tahun ke depan, BYD sudah lebih dulu menyiapkan “senjata”—bukan hanya mobil, tetapi juga teknologi dan infrastruktur industri yang siap dipakai.*****
- Penulis: dimas
- Editor: Dimas Lombardi
