Booth Mazda di GIIAS 2025 Lebih Banyak Gaya daripada Mobil Baru
- account_circle dimas
- calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
- visibility 173
- comment 0 komentar
- print Cetak

booth mazda giias 2025
Booth Mazda di GIIAS 2025 Lebih Banyak Gaya daripada Mobil Baru
Mazda di GIIAS 2025: Ketika Booth Lebih Menarik dari Mobilnya
OTOExpo.com , Jakarta – Pameran otomotif GIIAS 2025 tinggal menghitung hari. Dan seperti biasa, Mazda nggak mau ketinggalan tampil beda. Tapi sayangnya, “berbeda” kali ini terasa agak terlalu fokus ke tampilan luar. Bukan mobilnya lho, tapi booth-nya.
Di Hall 7C, Mazda memamerkan booth megah yang katanya terinspirasi dari “Mazda Trans Aoyama” — flagship showroom-nya di Tokyo.
Gaya Jepang-nya kuat banget. Kayu, beton, pencahayaan hangat, bahkan ada Mazda Café yang jualan matcha! Tapi pertanyaan besarnya: mobil barunya mana?

booth mazda giias 2025
Booth Estetik? Iya. Mobil Baru? Yah…
Mazda menjanjikan ada dua model SUV baru yang akan diperkenalkan di GIIAS tahun ini. Tapi anehnya, sampai detik ini belum ada informasi detail, bahkan bocoran yang bisa bikin penasaran.
Kuat dugaan, mobil yang bakal diperkenalkan bukan benar-benar “baru” dari segi platform atau teknologi.
Bisa jadi cuma versi facelift atau bahkan unit global yang selama ini hanya ditampilkan di luar negeri, lalu “dibungkus” ulang biar terasa fresh.
Kalau yang muncul cuma CX-60 atau CX-70 yang sudah debut di luar, tapi tanpa sentuhan spesial buat pasar Indonesia, ya rasanya kurang greget.
Apalagi di tengah kompetisi ketat dari brand lain yang sudah getol jualan mobil listrik atau hybrid terjangkau.
Mazda Café: Gaya Hidup Premium
Salah satu hal yang paling menyita perhatian adalah Mazda Café. Kafe bergaya Jepang ini jadi satu-satunya booth otomotif di GIIAS yang menyajikan minuman artisan.
Ada matcha a la Matsuda, Hiro Matcha, dan lainnya. Baristanya pun “kurasi” sendiri oleh Mazda.
Buat pengunjung kasual, Mazda Café ini jelas menyenangkan. Tempat istirahat yang cozy, bisa sambil ngopi dan lihat mobil.
Tapi buat pecinta otomotif yang datang untuk mengeksplorasi teknologi dan produk terbaru, rasanya seperti dikasih snack waktu lapar berat. Enak sih, tapi tidak menyelesaikan masalah utama.
Filosofi Omotenashi yang Terasa Jauh
Mazda mencoba membawa budaya Jepang “Omotenashi” atau keramahan khas Jepang. Filosofinya bagus: mengutamakan kenyamanan, perhatian, dan interaksi manusiawi.
Tapi sayangnya, hal ini belum sepenuhnya terasa di lapangan.
Staf di booth memang ramah dan presentasi booth rapi. Tapi saat ditanya soal fitur teknis atau keunggulan produk baru, jawaban mereka masih mengambang.
Seolah-olah Mazda lebih ingin menjual suasana daripada produknya sendiri.

Mazda Butuh Gebrakan Nyata
Jujur saja, brand Jepang seperti Mazda sudah lama punya tempat di hati penggemar otomotif Indonesia. Desainnya khas, handling-nya enak, dan kualitas rakitan rapi.
Tapi zaman berubah. Konsumen sekarang makin peduli soal fitur ADAS, konektivitas digital, sampai efisiensi energi.
Sementara brand lain seperti Wuling, BYD, dan Hyundai sudah banyak bermain di ranah elektrifikasi dengan harga masuk akal, Mazda masih terkesan “nunggu waktu yang pas”.
Padahal, waktu yang pas itu sekarang. Atau sudah lewat?
Kalau Mazda ingin mempertahankan loyalitas penggemar, mereka harus mulai membawa inovasi teknologi ke GIIAS, bukan cuma suasana zen ala galeri Jepang.
Desain Menawan
Tidak ada yang menyangkal bahwa mobil-mobil Mazda punya desain yang menawan. Bahasa desain “Kodo Soul of Motion” sukses bikin setiap model Mazda tampil elegan, bahkan saat diam. Tapi, desain saja tidak cukup.
Dengan harga yang makin kompetitif dan teknologi lawan yang makin agresif, Mazda harus bisa menunjukkan bahwa mereka bukan cuma paham estetika, tapi juga teknologi dan value-for-money.
Mazda CX-5 atau CX-30 memang masih solid, tapi di tahun 2025 ini, kita menunggu sesuatu yang lebih.
Worth It Kah Kunjungan ke Booth Mazda?
Kalau kamu penggemar desain Jepang dan ingin menikmati vibes tenang di tengah hiruk-pikuk pameran, booth Mazda bisa jadi tempat healing yang asyik.
Tapi kalau kamu datang dengan niat cari mobil baru yang inovatif, efisien, dan berteknologi terkini, kamu mungkin harus melirik booth sebelah.
Bukan berarti Mazda nggak punya potensi, lho. Justru karena Mazda dikenal punya reputasi kuat, ekspektasi publik juga tinggi.
Sayangnya, tahun ini ekspektasi itu belum sepenuhnya terpenuhi. Semoga dua SUV yang dijanjikan benar-benar memberikan kejutan — bukan sekadar kemasan manis.
Booth Mazda di GIIAS 2025 memang berhasil mencuri perhatian lewat tampilan visual yang apik, konsep yang matang, dan sentuhan lifestyle yang elegan.
Tapi jika dilihat lebih dalam, kehadiran Mazda di tahun ini terasa belum cukup kuat secara produk.
Dengan pasar Indonesia yang semakin kompetitif dan cepat berubah, Mazda butuh lebih dari sekadar filosofi dan estetika.
Mereka butuh gebrakan nyata baik dari segi teknologi, strategi harga, maupun komitmen elektrifikasi.
Karena pada akhirnya, mobil bukan sekadar karya seni. Ia adalah alat mobilitas yang harus relevan dengan zaman. ****
.
.
.
- Penulis: dimas
