Vape Lebih Baik Daripada Rokok

Vape Lebih Baik Daripada Rokok

OTOExpo.com – Para pemangku kepentingan menekankan bahwa, sudah sepatutnya publik mendapat informasi menyeluruh secara mendalam mengenai VAPE dari berbagai aspek baik medis, potensi industri, maupun regulasi, sebelum masyarakat menilai Vape seperti apa.

Dalam diskusi di acara tersebut, Prof. dr. Achmad Syawqie Yazid, Pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) mengatakan bahwa, perlu adanya evaluasi klinis labolatoris menyeluruh oleh pemerintah untuk Vape.

Uap Bukan Asap

Menurut Prof Syawgie, racun pada pembakaran yang terdapat pada vape ini tidak ada. Karena vape pada dasarnya dipanaskan, bukan di bakar. Jadi yang dihasilkan itu uap, bukan asap.

Vape Lebih Baik Daripada Rokok

Penelitian YPKP

“Untuk vape ini, terus terang saya sedang mengejar hingga tahap molekulernya, sampai ke gen nya. Terakhir saya bersama dr. Amalia cek untuk kesehatan gigi dan mulutnya tidak terpengaruhi. Saya khususnya dari Patology mengamati perubahan sel-sel glukosa mulut yang terpapar. Yang lucunya, ditemukan jumlah dari sel-sel parimeternya cenderung menurun jauh daripada perokok dan juga control (tidak merokok dan juga tidak memakai vape).” terangnya.

“Masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui informasi yang akurat tentang produk alternatif yang resikonya lebih rendah daripada rokok. Jika ada edukasi kepada publik dan telah dilakukan riset lokal, maka pemerintah akan menghasilkan kebijakan terbaik,” ujar Syawqie.

Bersama dengan beliau, hadir juga peneliti YPKP, dr. Amalia yang memberikan contoh, dengan memaparkan hasil penelitian YPKP tentang produk tembakau alternatif baru-baru ini, yang menunjukkan bahwa pengguna Vape memiliki resiko kesehatan dua kali lebih rendah dibandingkan perokok konvensional. Penelitian ini tentunya masih terus berlangsung.

Larangan

Seperti diketahui, pemerintah Singapura telah melarang penggunaan vape pertanggal 1 Februari 2019. Hal ini kemungkinan besar karena kasus maraknya remaja di Amerika Serkat yang sekarat bahkan meniggal dunia akibat mengkonsumsi katrid atau atomizer yang mengandung THC ( Tetrahydrocannabinol) dan vitamin E acetate yang dibeli dari pengedar narkoba.

Akibat kasus tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump juga sempat melarang akan vaping dan penjualan liquid yang mengandung perisa.

Akan tetapi pada tanggal 18 November 2019, Donald Trump menarik keputusannya dikarenakan hasil riset yang telah dilakukan seluruh dunia akan amannya vaping daripada merokok.

Vaping Cara Efektif Berhenti Merokok

Berdasarkan pengalaman salah satu penggiat vape dan juga influencer, fatrio yang dulunya seorang perokok berat dengan 3 bungkus sehari kini merasa lebih sehat setelah menggunakan vape.

“Bukan perjalanan yang singkat untuk pindah ke vape. Dibutuhkan sekitar 9 bulan saya bisa beralih ke vape tanpa menyentuh rokok. Apalagi ibu saya seorang kepala perawat di rumah sakit daderah Pluit.” terangnya.

Vape Lebih Baik Daripada Rokok

Dia juga mengaku saat merokok sering merasakan pagi-pagi hidung mampet, batuk, dan berat. Proses ke vaping dibutuhkan waktu sekitar 6-9 bulan.

“Saat saya hybrid di awal-awal, 40% vape dan 60% ngerokok. Tapi lama-kelamaan naik menjadi 60%-40%, hingga menjadi 100% vaping,” kata Fatrio saat ditemui OTOExpo.com di Indonesia Vaper Movement 2019 (15/12-2019).

Saran Fatrio diakhir pembicaraannya, “Masih banyak yang berfikiran kalo vaping itu ribet. Kali ini ada device yang di sebut pod. Pod lebih praktis tinggal plug n play, tinggal masukkin liquid terus vaping. Masalah harga, Rp. 150 ribu juga sudah dapat. Daripada merokok yang merusak tubuh anda, vaping jauh lebih sehat dan saya sudah merasakan positifnya,” pungkasnya

*hybrid = Para pengguna vape dan rokok

Your Comment