Perusahaan Operator Ini Dulu Pernah Eksis Di Indonesia

OTOExpo.com – Teknologi sering kali disebut kejam. Karena yang tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi akan tergusur dengan sendirinya. Perkembangan teknologi juga telah membawa banyak sekali perubahan.

Perkembangan teknologi tidak saja menyerang manusia saja, bahkan vendor hp pun apabila tidak mengikuti perkembangan teknologi ikut juga tersingkir. Bahkan sekelas operator seluler juga ada yang terkena imbasnya, seperti :

Esia

Pada masa jayanya, Esia sangat terkenal. Hingga band Slank turut menjadi brand ambassador.

Esia sendiri adalah salah satu merek operator seluler berbasis teknologi CDMA dengan layanan limited mobility yang dikeluarkan oleh PT Bakrie Telecom Tbk. Selain menyediakan jaringan telekomunikasi, Esia juga pernah mengeluarkan banyak sekali produk HP dengan nama yang unik-unik. seperti misalnya Esia Hidayah, Esia Slank

Dengan Esia, penggunanya bisa melakukan panggilan mulai dari panggilan lokal, interlokal, hingga internasional. Hingga pada akhir tahun 2015 lalu layanan operator Esia ini mulai dihentikan secara bertahap di beberapa kota hingga akhirnya kini operator seluler satu ini sudah benar-benar bangkrut.

Telkom Flexi

Flexi sendiri mengalami kebangkrutan karena kalah saing dengan GSM yang dibuktikan dengan jumlah data pelanggan yang terus menyusut sebesar 15% dari tahun ke tahunnya. Selain dikenal karena jaringan seluler CDMA miliknya.

Perusahaan Operator Ini Dulu Pernah Eksis Di Indonesia

StarOne
StarOne merupakan merek dagang untuk operator jasa telekomunikasi yang menggunakan teknologi CDMA perusahaan Indosat yang diluncurkan pada 2004 silam.
Hingga pertengahan tahun 2009, cakupan StarOne sudah meliputi berbagai daerah di Indonesia mulai dari Banda Aceh hingga Kendari dan sudah menjangkau 82 kota di Indonesia.

Pada 30 Juni 2015, PT Indosat Tbk akhirnya secara resmi mengakhiri penuh layanan berbasis teknologi CDMA dengan merek StarOne ini.

Pengakhiran layanan StarOne ini terkait keputusan Kominfo yang berencana mengalokasikan frekuensi radio 800 MHZ pada teknologi CDMA untuk keperluan yang lebih besar lagi yaitu untuk layanan seluler yang lebih baik

Fren
Fren menawarkan para penggunanya bebas biaya untuk akses roaming. Didirikan pada tahun 2003 lalu oleh PT Mobile-8 Telecom, operator seluler Fren menyediakan jaringan telekomunikasi tanpa kabel di frekuensi 800 MHz yang berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA).

Operator ini harus bangkrut karena kalah saing dengan operator seluler lainnya terutama mereka yang menggunakan teknologi 4G.

Hepi
Didirikan oleh PT Mobile-8 Telecom pada tahun 2008 lalu, operator seluler Hepi menjadi salah satu layanan telekomunikasi yang menyedikan layanan telepon Fixed Wireless Access (FWA). Operator seluler Hepi sendiri menggunakan jaringan CDMA fekuensi 800 MHz untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Namun, kini operator seluler ini sudah tak ada lagi dan sebenarnya Hepi produk di bawah naungan perusahaan yang kini menghasilkan Smartfren. Smartfren sendiri memiliki banyak sekali jenis paket internet 4G dengan harga yang bervariasi dan kecepatan yang lumayan kencang..

BOLT!

Operator seluler BOLT! merupakan salah satu operator 4G LTE di Indonesia yang diluncurkan secara resmi oleh Internux pada 14 November 2013 lalu. BOLT! sendiri bisa dibilang cukup sukses menarik minat masyarakat Indonesia, hal itu terbukti ketika peluncuran perangkat modem besutannya yang juga sangat laris manis di pasaran.

Kesuksesan yang sudah diraih BOLT! sejak awal kehadirannya harus terhenti karena terlilit masalah hutang piutang terkait penggunaan frekuensi 2.3 GHz. Hingga akhirnya pada Desember 2018 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara resmi mencabut Izin Penggunaan Frekuensi Radio (IPFR) 2.3 GHz yang digunakan PT Internux Tbk.

Perusahaan Operator Ini Dulu Pernah Eksis Di Indonesia

Ceria
Ceria merupakan merek produk layanan telekomunikasi CDMA milik PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) yang merupakan perusahaan yang bergerak di di bidang telekomunikasi sejak tahun 1986 silam. Di 2017 lalu PT STI akhirnya meluncurkan merek operator seluler baru bernama Net1 sebagai pengganti Ceria yang menyediakan layanan telekomunikasi menggunakan teknologi 4G LTE.

Net1 sendiri kabarnya menjadi satu-satunya operator yang menyediakan layanan telekomunikasi 4G LTE yang berada di frekuensi 450 MHz sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat baik di pelosok pedesaan hingga perkotaan. Di saat peluncurannya, jaringan Net1 ini sendiri hanya menjangkau di sekitar Sulawesi Selatan, Maluku, Lombok, Aceh, dan Serang.

Comment