OTOExpo.com –  Juru Bicara Pemerintah untuk permasalahan virus Corona ( Covid-19 ), Achmad Yurianto meminta kepada masyarakat yang ada di daerah untuk sementara tidak kembali ke Jakarta dalam situasi pandemi Covid-19.

Achmad Yurianto mengatakan bahwa masyarakat harus paham bahwa kembali ke Jakarta saat ini bisa menjadi episentrum Covid-19 justru dapat menjadikan permasalahan semakin besar.

Yuri mengungkapkan keprihatinan pemerintah atas adanya sejumlah tenaga medis yang tertular Covid-19 bahkan gugur dalam tugasnya.

“Komitmen pemerintah sangat kuat untuk melindungi mereka dengan secara terus-menerus mendistribusikan APD (Alat Pelindung Diri) agar mereka bisa bekerja dengan profesional, nyaman, dan tidak ada kekhawatiran terpapar infeksi,” kata Yuri.

Achmad Yurianto menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), baik ke luar atau masuk Provinsi DKI Jakarta, sebagai bentuk upaya pemerintah daerah mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam peraturan tersebut juga dijelaskan bahwa aktivitas masyarakat ke luar dan masuk wilayah Jakarta pada masa pandemi dilarang dengan pengecualian.

Akan tetapi, apabila hal tersebut sangat penting dan wajib keluar kota serta memerlukan perjalanan keluar dan masuk DKI Jakarta, maka wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang dapat diunduh melalui situs corona.jakarta.go.id

dalam rangka menegakkan aturan Pergub DKI Jakarta tersebut, Kepolisian Republik Indonesia telah memberlakukan penyekatan jalur-jalur utama arus balik yang menuju ke wilayah Ibu Kota Jakarta dari berbagai daerah

Kepala Divisi Humas Polri

Kepala Divisi Humas Polri Argo Yuwono juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali masuk ke Jakarta, sebagaimana diketahui bahwa kasus positif Covid-19 di Ibu Kota paling tinggi.

“Bagi masyarakat yang tidak memiliki ketrampilan khusus dan tidak memiliki suatu keahlian diharapkan untuk tidak kembali ke Jakarta,” kata Argo seperti dikutip dari tribunnews.com.

Dalam pelaksanaan penyekatan-penyekatan tersebut, petugas dari unsur TNI dan Polri akan berjaga di masing-masing lokasi yang di tentukan.

Masyarakat Di Daerah Saat Balik Ke Jakarta Akan Lebih Sulit Karena Hal Berikut Ini

Berikut detail titik penyekatan arus balik menuju Jakarta yang diberlakukan oleh pihak Kepolisian.

Penyekatan Arus Balik Polda Jawa Timur:
  1. Penyekatan antar provinsi di jalur Tol :

– Wilayah Ngawi – Sragen di Gate Tol Ngawi Km 679.200

  1. Penyekatan antar provinsi di jalur arteri :
    • Tuban – Rembang di Pos Bancar
    • Pelabuhan Ketapang JL. Raya Situbondo
    • Bojonegoro – Cepu di Pos Padangan
    • Magetan – Karanganyar di Pos Cemoro sewu
    • Pacitan – Solo di Ds Glonggong Donorojo
    • Ponorogo – Wonogiri di Ds Biting kec Badegan
    • Ngawi – Sragen di Mantingan

  2. Penyekatan arus balik antar kota/kabupaten di jalur arteri :

a. Jalur pantura (Arteri):
• Tuban dgn Lamongan.
• Lamongan dgn Gresik.
• Gresik – Surabaya
• Surabaya – Sidoarjo
• Sidoarjo – Pasuruan
• Pasuruan – Probolinggo
• Probolinggo – Situbondo
• Situbondo – Banyuwangi

b. Jalur Tengah:
• Ngawi – Magetan
• Magetan – Madiun
• Madiun – Nganjuk
• Nganjuk – Kediri (Mengkreng)
• Kediri – Jombang
• Jombang -Mojokerto – Mojokerto-Sidoarjo
• Sidoarjo – Surabaya
• Sidoarjo – Pasuruan
• Pasuruan – Malang

c. Jalur Selatan:
• Banyuwangi – Jember
• Jember -Lumajang
• Malang – Blitar
• Blitar – Tulungagung
• Tulungagung – Trenggalek
• Trenggalek – Pacitan

Penyekatan Arus Balik Polda Jawa Tengah:
  1. Penyekatan antar provinsi di jalur Tol :

– Wilayah Sragen di exit sragen Km 528.
– Gate tol banyumanik Km 421.
2. Penyekatan antar provinsi di jalur arteri :
– Rembang (Sarang).
– Blora (Simpang 3 Ketapang).
– Wonogiri (Selogiri)
– Sragen (Sambung Macan)
3. Penyekatan arus balik antar kota / kabupaten di jalur arteri/Jalur pantura:
– Rembang dgn Pati.
– Pati dgn Kudus.
– Kudus dgn Demak.
– Demak dgn Semarang.
– Semarang dgn Kendal
– Kendal dgn Batang
– Batang dgn Pekalongan.
– Pekalongan dgn Pemalang
– Pemalang dgn Tegal.
– Tegal dgn Brebes.

Penyekatan Arus Balik Polda Jawa Barat:

Penyekatan Jalur Tol:
1. Jalur Tol Indikator dari Gerbang Tol Palimanan Utama:
a. Tegal karang
b. Plumbon
c. Ciperna timur
d. Kanci
e. Ciledug (perbatasan dengan Brebes)
2. Jalur Tol Indikator dari Gerbang Tol Cikatama:
a. Kalijati
b. Cilameri
c. Cikedung
d. Kertajati
e. Sumber jaya
3. Jalur Tol Indikator dari Gerbang Tol Kalitama:
a. Sadang
b. Jatiluhur
c. Cikamuning
4. Jalur Tol Japek Indikator di KM 47 B
a. Kalihurip
b. Karawang timur
c. Karawang barat

Penyekatan Jalur Arteri:

  1. Polres Sukabumi di Gunung Buthak berbatasan dgn Prop Banten
  2. Polresta Cirebon di:
    a. Susukan/ Losari (Brebes)
    b. Ciledug arteri (Brebes)
  3. Polres Kuningan di Cibimbin (Brebes)
  4. Polres Banjar di Cijolang (Cilacap)
  5. Polres Ciamis di pos Kalikucang (Cilacap)

Penyekatan Arus Balik Polda Banten:

  1. Batas DKI Jakarta
    • PCP Citra Raya
    • PCP Pasar Kemis
    • PCP Kronjo
    • PCP Tigaraksa
    • PCP Solear
    • PCP Jayanti
    • PCP GT. Cikupa
    • PCP Simpang Asem
    • PCP Simpang Pusri/KSB
  2. Batas Jawa Barat
    • PCP Jasinga
    • PCP Cilograng
    • PCP Gayam
  3. Batas Sumatera
    • PCP Gerem
    • PCP Pelabuhan Merak
    • PCP Pelabuhan BBJ Bojonegara
Spread The Love

Leave a Reply

Your email address will not be published.