OTOExpo.com – Saat ini pun sedang populer penggunaan skuter listrik di kota besar. Menggunakan skuter tentunya menyenangkan karena selain membantu sampai ke tujuan juga bisa untuk bersenang-senang.

Sayangnya, potensi risiko kecelakaan juga bisa terjadi. Sebut saja insiden dua remaja pengendara skuter listrik yang tewas tertabrak mobil yang baru-baru ini terjadi di Senayan, Jakarta.

Ini menunjukkan bahwa apapun yang kita gunakan dan lakukan di jalan raya berpotensi membahayakan pengguna jalan dan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

Permasalahan

Kecelakaan masih menjadi permasalahan lalu lintas di seluruh dunia.  WHO Global Status Report on Road Safety menyebutkan bahwa setiap tahun ada lebih dari 1,25 juta korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang luka berat di seluruh dunia.

Dari jumlah tersebut 90% terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Data kepolisian Republik Indonesia pun menyebutkan rata-rata 3 orang meninggal per jamnya akibat kecelakaan di jalan.

Data dari WHO dan Kepolisian ini  merupakan alarm bagi kita untuk peduli pada permasalahan keselamatan lalu lintas. Jika tidak, diprediksi 25 juta korban jiwa akan berjatuhan dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.

Safety Riding, Aman Berkendara Agar Terhindar dari Kecelakaan

Sebagai pengguna jalan, tentunya kita wajib bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita. Penting bagi pengendara untuk memiliki kemampuan safety riding, yaitu kecakapan dan keterampilan mengemudi dan mengutamakan budaya keselamatan berkendara.

Misalnya :

  1. Berkonsentrasi saat berkendara,
  2. Tidak sambil menggunakan telepon genggam, nonton, makan dan minum terutama alkohol.
  3. Stamina dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan lelah, dan mengantuk.

Hal lainnya soal safety riding adalah menaati aturan lalu lintas dan menghormati pengguna jalan raya lain terutama pejalan kaki serta memberikan kesempatan bagi kendaraan yang mendapatkan prioritas, seperti ambulans, penanganan ancaman bom, penanganan huru-hara, penanganan bencana alam, atau pemadam kebakaran.

Mengingat kemacetan sudah menjadi hal kronis di banyak kota di Indonesia dan tingkat kecelakaan juga cukup tinggi maka kita perlu  :

  • Fokus saat berkendara,
  • Mengetahui dan menaati rambu-rambu lalu lintas,
  • Memiliki kemampuan teknis berkendara,
  • Jaga jarak aman, 
  • Peduli pada keselamatan pengguna jalan yang lain, misalnya tidak mengerem mendadak dan gunakan lampu sen saat pindah jalur atau belok,
  • Selalu bawa SIM dan STNK yang masih berlaku.
Lengkapi Diri dengan Asuransi Perlindungan Kecelakaan dari Super You

Selain soal safety riding, pengguna jalan raya juga perlu melengkapi diri dengan asuransi kecelakaan karena walaupun kita sudah berhati-hati dan memiliki kompetensi sebagai pengendara tetapi risiko kecelakaan masih saja dapat terjadi.

Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan bahwa risiko kecelakaan selain karena faktor manusia, 30% penyebab kecelakaan di Indonesia juga terjadi karena faktor prasarana dan lingkungan, misalnya karena jalan berlubang dan licin, karena cuaca berkabut dan hujan.

Tak laik Jalan

Faktor lainnya, 9% karena kendaraan terkait pemenuhan persyaratan teknis laik jalan, misalnya karena usia kendaraan yang sudah tua, atau kendaraan pengguna lain secara teknis tidak laik, contohnya lampu, rem, dan emisi.

Evan Tanotogono, Head of Digital Channel Sequis Life  mengatakan banyak hal tak terduga yang dapat terjadi saat kita berada di jalan raya sehingga selain menerapkan konsep safety riding demi keamanan dan keselamatan berkendara, kita juga perlu melengkapi diri dengan asuransi kecelakaan. Apalagi, pengendara motor jumlahnya termasuk yang paling besar di Indonesia dan paling rawan mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Kami setuju bahwa kita harus menaati rambu lalu lintas dan menggunakan perlengkapan berkendara yang benar bukan semata-mata karena takut ditilang. Dalam asuransi pun pelanggaran lalu lintas termasuk dalam pengecualian.  Demi keselamatan dan keamanan diri pengendara, kami menyarankan agar menggunakan perangkat keselamatan, mempraktikkan safety riding, mampu mengelola emosi dan konsentrasi selama berkendara serta melengkapi diri dengan asuransi kecelakaan. Hal-hal ini adalah bentuk berkontribusi  kita untuk menekan jumlah kecelakaan dan mengurangi kemacetan,” sebut Evan.

 Ia pun menyarankan agar asuransi kecelakaan juga dimiliki oleh pejalan kaki karena risiko kecelakaan lalu lintas tidak saja terjadi pada pengendara, tetapi juga penumpang, dan pejalan kaki.

Super You

Asuransi tersebut telah disediakan oleh Super You by Sequis Online sebagai bentuk kepedulian pada keselamatan pengguna jalan. Evan pun menambahkan bahwa mengurangi tingkat kecelakaan bukan saja urusan polisi lalu lintas tetapi tanggung jawab kita semua dan melalui Super You by Sequis Online,  Sequis ingin membantu masyarakat dengan menyediakan asuransi jika terjadi risiko kecelakaan.

Super Motor Protection

Produk ini juga menyediakan asuransi tambahan (riderSuper Motor Protection yang direkomendasikan bagi pengguna kendaraan bermotor karena memberi perlindungan biaya medis tambahan jika terjadi kecelakaan motor.

• Spread The Love •

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.