OtoExpo.com – Selama ini kita mengenal proses kepemilikan tempat tinggal melalui kredit yang bernama KPR (Kredit Pemilikan Rumah). KPR ini sendiri biasanya akan memakai acuan Suku bunga dari Bank Indonesia (BI). Saat ini diketahui bahwa suku bunga BI sudah turun 25 basis poin atau 0,25%.

Namun ternyata masih ada juga bank yang menaikkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) floating rate 0,25% – 0,5%. Pertanyaan yang banyak muncul selama ini adalah, adakah KPR yang bunganya tidak mengikuti acuan BI?

Skema Bunga Floating

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menjelaskan memang dalam mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) konvensional akan ditemui bunga floating atau mengambang. Skema bunga floating ini akan mengikuti suku bunga yang ada di pasar. Ya saat bunga acuan naik, bunga KPR akan mengikuti dan saat turun bunga KPR juga mengikuti. (detikfinance)

Andi menambahkan, biasanya informasi mengenai skema ini sudah didapatkan dengan jelas oleh nasabah saat pengajuan kredit. Sehingga seharusnya nasabah tak perlu kaget dengan perubahan tersebut, yang harus disiapkan adalah biaya yang lebih besar.

“Bila ingin tetap bunga flat, cara yang bisa dilakukan adalah pindah ke KPR yang sistemnya flat, misalnya di bank syariah dengan akad murabahah,” kata Andy.

Dalam proses pemindahan KPR ke skema syariah juga bisa dilakukan oleh nasabah non muslim.

Akab Murabahah

Penjelasan mengenai KPR syariah, Kepala Unit Usaha Syariah PT Bank OCBC NISP Tbk Koko T Rahmadi mengatakan memang akad murabahah dalam KPR syariah menggunakan skema bunga yang fixed selama jangka waktu perjanjian. Sehingga nasabah tidak akan mengalami fluktuasi bunga di pasaran.

“Keuntungnya saat pakai murabahah terletak pada suku bunganya yang flat. Hanya kelemahannya adalah, apabila tren bunga dipasaran turun, sedangkan nasabah saat membeli pas harga tinggi maka bunga tidak ikut turun,” ujar Koko.

Pembiayaan murabahah adalah fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada (calon) nasabah pembiayaan dengan menggunakan skema jual beli. Dalam hal ini, Bank baik secara langsung atau dapat mewakilkan pembelian barang kepada supplier lalu menjualnya kepada (calon) Nasabah.

Perbedaan

Letak perbedaannya adalah antara harga beli bank kepada supplier dan harga jual bank kepada (calon) nasabah merupakan margin/keuntungan bank. Selama jangka waktu pembiayaan bank tidak dapat menaikkan harga jualnya kepada (calon) nasabah atau dengan kata lain margin/keuntungan bank fixed selama jangka waktu pembiayaan.

“Teknis proses Murabahah itu begini, nasabah mengajukan pembiayaan rumah. Bank beliin dulu, istilahnya nalangin dulu cash, jadi nanti nasabah cicil ke bank. Tapi selama cicilan misal 15 tahun, bank nggak boleh naikkan harga jual, harga dan cicilannya fix sampai lunas,” ujar Koko.

• Spread The Love •

Your Comment