Isuzu Traga Ekspor Berbeda Dengan Yang Di Indonesia

OTOExpo.com – Presiden Republik Indonesia melepas ekspor perdana untuk kendaraan komersial dari Isuzu Traga ke Filipina.

Dipilihnya Filipina tentu bukan tanpa alasan. Karena di negara tersebut, pasar kendaraan pikap cukup bagus. Bahkan pada tahun 2018, Filipina mampu menjual 8.000 unit kendaraan kategori pikap di kelas medium.

Jumlah ini tentunya diproyeksikan akan terus naik pada 2020 mendatang.

Isuzu Traga Siap Ekspor Perdana Ke Filipina

“Ekspor pada hari ini (kamis) awalnya akan diluncurkan ke Filipina tahun 2020 sebanyak 6.000 unit. Tetapi ini langkah awal karena menurut studi IAMI, kami mampu menjangkau lebih dari 20 negara di Asia Timur, Timur Tengah, dan Afrika,” jelas Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiharto.

Sedikit Berbeda

Isuzu Traga yang diekspor ke Filipina sedikit berbeda dengan yang berada di pasaran tanah air. Salah satunya adalah menggunakan setir kiri untuk menyesuaikan kebutuhan dan peraturan di Filipina.

Selain itu, Isuzu Traga yang diekspor sudah menganut pembuangan EURO IV sesuai dengan aturan pemerintah di Filipina. Isuzu Traga yang di Indonesia masih menggunakan sistem direct injectio, sedangkan untuk ekspor telah menggunakan sistem teknologi commonrail.

Isuzu Traga sejatinya memiliki dua jenis wheelbase, yaitu short dan long. Untuk kebutuhan ekspor menggunakan versi long. Meski menggunakan sasis lebih panjang, namun Ernando Demily selaku President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia.memastikan bahwa perbedaannya tidak terlalu signifikan.  “Hanya 150 mm atau sekitar 15 cm,” katanya.

Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari kendaraan ini mencapai 53,5 persen.

Menurut Ernando, Isuzu Traga yang memiliki tingkat kandungan lokal (TKDN) mencapai 53,5 persen tersebut akan dibuat menjadi kendaraan umum di Filipina.

• Spread The Love •

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.