Beberapa risiko seperti kehilangan kapabilitas untuk mencari nafkah karena kehilangan fungsi anggota tubuh, sakit kritis, maupun meninggal dunia tentu akan membebani keuangan keluarga secara permanen.

c. Memiliki utang dalam batas wajar atau tidak punya utang sama sekali

Mereka yang hidup tanpa utang tentu memiliki beban pengeluaran yang lebih ringan ketimbang yang memiliki. Maksimal cicilan utang yang bisa ditoleransi adalah setara dengan 35% dari penghasilan bulanan kita.



Ketika utang kita sudah mencapai batas maksimal, hindari mengajukan permohonan kredit untuk membeli mobil kedua. Ingatlah bahwasannya Anda masih butuh dana untuk hidup, membayar premi asuransi, dan berinvestasi untuk jangka panjang.

d. Tabungan sudah ideal dan sudah disiplin dalam berinvestasi

Tabungan ideal dinilai dari kepemilikan aset lancar Anda berada di kisaran 15% hingga 20% dari kekayaan bersih. Terlalu sedikit bisa sangat berisiko untuk memenuhi kewajiban sehari-hari maupun yang bersifat darurat, sementara itu terlalu banyak maka hal itu menandakan kita kurang berinvestasi.

Sementara itu untuk urusan investasi, pastikan saja Anda sudah rutin menyisihkan dana minimal 10% atau lebih dari penghasilan bulanan untuk berinvestasi demi merealisasikan tujuan jangka panjang. 

Lakukan perbandingan sebelum membeli mobil

Cari tahu mobil apa yang menjadi kebutuhan Anda saat ini, lakukan perbandingan antar merek mobil yang Anda buru, dan pastinya pertimbangkan pula untuk membeli mobil dengan kondisi bekas bila Anda ingin menghemat pengeluaran.

Tidak perlu terburu-buru dalam membeli, sangatlah wajar bila Anda harus menghabiskan waktu selama tiga bulan untuk melakukan komparasi sebelum membeli. 

Mobil harus dilindungi

Segala macam risiko yang berpotensi menimpa mobil Anda tentu akan memakan biaya yang cukup besar. Maka sangat disarankan bagi Anda untuk melindungi mobil Anda, baik yang sudah ada maupun yang akan dibeli dengan asuransi mobil. 

Ada beberapa komponen yang harus Anda ketahui yang berkaitan dengan besaran premi asuransi mobil. Pertama adalah wilayah (domisili mobil Anda), kedua adalah kategori harga mobil, dan yang terakhir adalah jenis asuransi yang dipilih yaitu All Risk (comprehensive) atau Total Loss Only (TLO).



Asuransi TLO tentu lebih murah ketimbang all risk, namun perlindungan yang diberikan oleh asuransi TLO hanya perlindungan saat mobil hilang atau mengalami kerusakan sebesar 75% dari harga mobil. 

Anggap saja, dengan harga mobil Rp 200 juta dan domisili kendaraan di Jakarta, Anda harus membayar premi asuransi all risk sebesar Rp 4,9 jutaan.

Untuk mengetahui berapa estimasi premi asuransi dari mobil incaran Anda, Anda bisa menggunakan kalkulator asuransi mobil di situs Lifepal. Untuk mendapat perhitungan seputar berapa biaya premi yang harus Anda bayar, Anda bisa melakukannya di kalkulator dibawah ini.

Laman: 1 2

Your Comment