OTOExpo.com –  Seorang anak muda yang penuh ide dan inovatif bernama Michio Suzuki merupakan anak dari petani kapas tradisional Jepang. Diusianya yang ke 22 tahun, Michio Suzuki berhasil menciptakan alat tenun kayu yang dapat dioperasikan dengan pedal.




Produk inovatifnya tersebut laris manis di kalangan penenun dikarenakan alat tenunnya ciptaannya sangat mudah digunakan. Semakin banyak pesanan, membuat anak muda yang lahir pada 10 Februari 1887 ini mendirikan pabrik bernama Suzuki Loom Wooks di daerah Tenjin, Hamamatsu.

Asal Muasal Suzuki Dari Pabrik Tenun Hingga Pemain Otomotif Terbesar

Ternyata, pabriknya terus berkembang dengan pesat. Hingga dia dia membangun Suzuki Loom Manufacturing Company,Inc pada 15 Maret 1920. Selang dua tahun kemudian, perusahaan miliknya tersebut dinobatkan sebagai perusahaan perkakas tenun terbesar di Jepang.

Sayangnya, perusahaannya dapat bertahan ‘hanya’ sekitar 30 tahun, dikarenakan permintaan mesin tenun ciptaanya semakin menurun dan memaksa Michio Suzuki untuk melakukan terobosan baru agar perusahaannya dapat bertahan.

Dunia otomotif mulai dilirik. Kala itu Suzuki memiliki ide untuk menyematkan mesin ke sebuah sepeda agar tidak perlu mengayuh pedal.

Di tahun 1952, ide tersebut terwujud dengan dirilisnya Power Free, sepeda bermotor yang menggunakan mesin buatan Suzuki. Ternyata produknya laku keras di pasaran.  Dan untuk terus sukses, Suzuki terus berinovatif dengan merilis Diamond Free pada 1953 dan Mini Free pada 1954.

Asal Muasal Suzuki Dari Pabrik Tenun Hingga Pemain Otomotif Terbesar

Sukses dengan kendaraan roda duanya, Suzuki ingin merambah ke kendaraan roda empat. Suzuki membeli mobil Austin Martin untuk dipelajari sistem kerja mesinnya dan juga desainnya. Setelah paham sistem kerjanya, beberapa bulan setelahnya, Suzuki berhasil membuat kendaraan roda empat.

Sayangnya, mobil ciptaannya dinilai terlalu ‘menjiplak’ Austin Martin hingga tidak laku di pasaran. Apalagi saat itu Jepang tengah persiapan untuk berperang  dengan berbagai belahan negara di dunia.

Melihat peluang, Suzuki banting setir dengan membangun pabrik peralatan perang. Pabrik peralatan perangnya kembali menuai kesuksesan hingga berkembang pesat.

Sadar perang pasti akan berakhir, Suzuki kembali ke dunia otomotif yang dahulu sempat terbengkalai. Akan tetapi, kali ini Suzuki tidak langsung membuat kendaraan, akan tetapi lebih memproduksi spare part untuk kendaraan perang.

Asal Muasal Suzuki Dari Pabrik Tenun Hingga Pemain Otomotif Terbesar

Pada tahun 1941, Tokyo Automobile Industries Company (Isuzu Motor Company) menunjuk Suzuki sebagai sub-kontraktor bergerak untuk kendaraan perang. Hal ini membuat jalannya ke dunia otomotif semakin terbuka lebar. Suzuki terus perdalam ilmu tentang mobil.

Berbagai cobaan menimpa Suzuki kala itu, seperti terjadinya gempa yang menewaskan hingga seperempat karyawannya, pabriknya yang luluh lantak di bombardir sekutu, dan banyak lagi.

Hingga tahun 1951, Suzuki secara resmi hadir di dunia otomotif, khususnya kendaraan roda dua. Ide tersebut berasal dari Shunzo Suzuki yang dipercaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif dan Kepala Bidang Penjualan Suzuki. Ide dari anak Michio Suzuki ini disetujui dengan membuat sepeda menggunakan mesin mini 2 tak 30cc berkekuatan 0,2hp.

Asal Muasal Suzuki Dari Pabrik Tenun Hingga Pemain Otomotif Terbesar

Perusahaannya semakin berkembang pesat, hingga suzuki melakukan ekspansi ke seluruh dunia. Di tahun 1968 Suzuki secara resmi merambah Indonesia dan di tahun ini pula Sejarah Suzuki Indonesia dimulai.



 

• Spread The Love •

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.