Berita
light_mode
Beranda » Tech » AiMOGA Robotics Resmi Turun di IIMS 2026, Indonesia Jadi Panggung Era Otomotif + Robot!

AiMOGA Robotics Resmi Turun di IIMS 2026, Indonesia Jadi Panggung Era Otomotif + Robot!

  • account_circle dimas
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Chery AiMOGA Robotics di IIMS 2026, Strategi Global Otomotif + Robotika Resmi Dimulai

Chery Perkenalkan Strategi Global AiMOGA Robotics, Tandai Era Baru Sinergi Teknologi Otomotif dan Robotika

OTOExpo.com , Jakarta –  Kalau selama ini merek otomotif berlomba soal horsepower, jarak tempuh baterai, atau layar infotainment yang makin lebar, Chery memilih jalur yang lebih… dingin dan berbahaya: mereka mulai bicara tentang robot. Bukan konsep. Bukan render. Tapi robot yang benar-benar bergerak, berinteraksi, bahkan menari.

Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Chery resmi membawa AiMOGA Robotics ke panggung Indonesia. Ini bukan sekadar aksi pamer teknologi agar booth ramai. Ini adalah sinyal yang lebih serius: Chery sedang menggeser identitasnya dari sekadar produsen kendaraan menjadi perusahaan ekosistem teknologi berbasis AI.

IIMS 2026 pun berubah fungsi dari pameran otomotif menjadi semacam “teaser” masa depan.

Dalam rilis resminya, Chery menegaskan pendekatan baru bertajuk “Otomotif + Robotika”, sebuah konsep yang terdengar futuristik, tapi punya arah yang jelas: integrasi teknologi kendaraan pintar dengan robot berbasis kecerdasan buatan.

Strategi ini bukan hanya untuk gaya-gayaan. Di level industri global, isu rantai pasok, otomasi layanan, hingga kebutuhan efisiensi operasional makin menekan produsen otomotif untuk berpikir lebih luas dari sekadar bikin mobil.

Chery Perkenalkan Strategi Global AiMOGA Robotics, Tandai Era Baru Sinergi Teknologi Otomotif dan Robotika

Chery Perkenalkan Strategi Global AiMOGA Robotics, Tandai Era Baru Sinergi Teknologi Otomotif dan Robotika

Dan Chery membaca momentum itu dengan tajam.

Zhang Guibing, General Manager AiMOGA Robotics, menyampaikan blueprint yang cukup “berani” dalam pernyataan resminya:

“AiMOGA bertujuan menjadi asisten AI manusia yang terdepan dan terpercaya di dunia,” ujar Zhang Guibing.

Kalimat ini terdengar ambisius dan memang begitu. Tapi di 2026, ambisi seperti ini bukan lagi bahan tertawaan. Ini adalah kompetisi nyata.

Yang membuat strategi ini terasa lebih “hidup” adalah cara Chery menyajikannya. Mereka tidak hanya menaruh robot di pojok booth seperti pajangan. Mereka menghidupkan AiMOGA sebagai pengalaman langsung.

Di IIMS 2026, robot humanoid AiMOGA “MOI” melakukan demonstrasi yang cukup mengundang perhatian: kaligrafi, menari, dan berinteraksi secara interaktif dalam sesi talkshow bersama GRIND Boys, Gofar Hilman, Rico Lubis, hingga Wancoy (Mahesa Yuwanda).

Sebagai pelengkap, Chery juga menampilkan robodog (robot quadruped) yang mampu melakukan atraksi seperti duduk, bersalaman, sampai menari.

Ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah bentuk pemasaran yang halus tapi menusuk: memperlihatkan bahwa AI Chery bukan cuma berada di dalam ECU mobil, tapi sudah punya “badan”.

Chery melalui AiMOGA tidak bicara kecil.

Perusahaan menargetkan dalam lima tahun ke depan hingga 2030:

  • Penjualan global robot quadruped melampaui 90.000 unit

  • Penjualan robot humanoid melampaui 40.000 unit

Angka ini bukan sekadar angka optimistis. Ini semacam pesan kepada pasar: robotika bukan proyek sampingan. Ini mesin pertumbuhan baru.

Dan kalau target ini dikejar serius, AiMOGA bukan lagi sekadar divisi teknologi Chery—melainkan bisnis baru yang berdiri sejajar dengan otomotif itu sendiri.

Dalam presentasi di IIMS 2026, Xia Peng, Executive Vice General Manager AiMOGA Robotics, mengungkap bahwa AiMOGA telah mengalami perkembangan besar setelah tiga tahun R&D intensif.

Mereka mengklaim berhasil melompat dari L2 (level kolaboratif) menuju L3 (level asistensi).

“Pencapaian kapabilitas L3 ini menyediakan fondasi teknis yang krusial bagi pemosisian AiMOGA sebagai ‘asisten manusia’,” jelas Xia Peng.

Kalimat ini penting, karena L3 berarti robot bukan hanya “patuh perintah”, tapi mulai masuk tahap mampu membantu secara aktif, membaca konteks, dan melakukan tindakan yang lebih kompleks.

Yang menarik, Chery tidak membangun AiMOGA dari nol seperti startup. Mereka memakai kekuatan paling berbahaya yang dimiliki pabrikan otomotif besar: transfer teknologi lintas platform.

Beberapa fondasi teknis AiMOGA yang disebutkan antara lain:

  • Sendi robot high-torque-density yang memanfaatkan pengalaman Chery di teknologi motor EV dan reducer

  • MoLink cloud platform sebagai “otak cerdas” yang berbagi arsitektur data dengan sistem kendaraan terkoneksi Chery

  • Sistem persepsi multimodal dan MoNet vision-language model, yang mendapat keuntungan dari investasi Chery di teknologi persepsi mengemudi cerdas

Artinya jelas: robot AiMOGA bukan proyek mainan. Ini produk yang lahir dari DNA kendaraan listrik dan mobil pintar.

Kalau perusahaan robotika lain harus membangun jaringan dari nol, AiMOGA punya jalan tol yang sudah dibangun Chery selama puluhan tahun.

Chery Perkenalkan Strategi Global AiMOGA Robotics, Tandai Era Baru Sinergi Teknologi Otomotif dan Robotika

Chery Perkenalkan Strategi Global AiMOGA Robotics, Tandai Era Baru Sinergi Teknologi Otomotif dan Robotika

Chery mengklaim telah melayani lebih dari 17,7 juta pengguna di lebih dari 120 negara, didukung 11.000 titik layanan global. Ini menjadi “booster” besar untuk ekspansi AiMOGA.

Lebih menarik lagi, AiMOGA disebut sebagai robot humanoid pertama di dunia yang berhasil mendapatkan sertifikasi perangkat keras dan lunak Uni Eropa (EU), dan kini sudah hadir di lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, hingga Afrika Selatan.

Dengan kata lain: AiMOGA tidak sedang coba-coba masuk global—mereka sudah di sana.

Kehadiran AiMOGA Robotics di IIMS 2026 pada akhirnya memperlihatkan satu hal yang sulit dibantah: Chery sedang mengubah permainan.

Bukan lagi soal “siapa punya SUV hybrid paling irit”, tapi soal siapa yang paling siap menghadapi era baru di mana kendaraan bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari ekosistem teknologi yang hidup, bergerak, dan belajar.

Di panggung Indonesia, Chery seperti ingin berkata tegas: Kami bukan cuma jual mobil. Kami sedang membangun masa depan.****

  • Penulis: dimas
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Berita Menarik Lainnya

expand_less