News
light
Beranda » Kendaraan » Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

  • account_circle dimas
  • calendar_month Sab, 16 Mar 2019
  • visibility 101

Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

OTOExpo.com, Jakarta – Di balik gemerlap lampu pabrik yang berdenyut tanpa henti, ada kisah tentang dua bintang besar yang bernaung di langit Mitsubishi  Xpander, si andalan keluarga muda Indonesia, dan Pajero Sport, sang raksasa tangguh yang melintasi medan kehidupan.

Kini, kabar angin berembus dari jantung PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI): demi sang rising star Xpander, Pajero Sport mungkin harus kembali menjadi tamu di negeri sendiri — berstatus impor alias CBU.

Langkah ini bukan sekadar strategi produksi. Ia lebih seperti gerak taktis di papan catur industri otomotif, di mana setiap bidak harus dikorbankan untuk kemenangan yang lebih besar.

Simbol Kebangkitan, Pendorong Produksi Nasional

Sejak pertama kali meluncur, Mitsubishi Xpander tak sekadar menjadi MPV keluarga. Ia menjelma jadi simbol kebangkitan Mitsubishi di pasar Indonesia — elegan, dinamis, sekaligus efisien. Penjualannya melesat hingga menembus batas ekspektasi, bahkan menjadi tulang punggung volume produksi pabrik Mitsubishi di Bekasi.

Menurut Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, peningkatan signifikan pada permintaan Xpander menjadi pemicu utama perubahan arah produksi ini.

“Saat ini Pajero Sport masih diproduksi di Indonesia. Namun jika ada rencana impor, itu bersifat sementara, untuk memberikan ruang bagi peningkatan kapasitas produksi Xpander,” ujar Irwan dalam sesi media gathering di Jakarta Pusat.

Kata “sementara” di sini memiliki makna yang dalam — sebuah jeda strategis, bukan perpisahan. Sebab di balik keputusan ini, Mitsubishi sedang menata ulang ritme produksinya agar setiap model mendapatkan panggung yang layak.

Dari Lokal ke Global, Kembali ke Akar

Selama ini, Mitsubishi Pajero Sport merupakan salah satu model SUV yang menjadi kebanggaan produksi lokal Indonesia. Dirakit di fasilitas pabrik Mitsubishi di Cikarang, SUV ini bahkan diekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara. Namun, seiring melonjaknya permintaan Xpander — baik untuk pasar domestik maupun ekspor — kapasitas pabrik perlu dialihkan untuk menjaga suplai yang stabil.

Langkah mengimpor Pajero Sport (Completely Built-Up) bisa jadi merupakan strategi efisiensi jangka pendek. Dengan demikian, lini produksi lokal dapat difokuskan sepenuhnya pada Xpander, sambil tetap menjaga pasokan SUV andalan Mitsubishi ini melalui jalur impor.

Dari kacamata industri, keputusan seperti ini menunjukkan fleksibilitas rantai pasok global Mitsubishi Motors. Perusahaan mampu mengatur keseimbangan antara kebutuhan pasar lokal dan prioritas global tanpa mengorbankan kualitas atau pelayanan pelanggan.

Strategi di Tengah Kompetisi: Antara Kualitas dan Kapasitas

Pasar otomotif Indonesia tengah berada di titik panas. Permintaan terhadap kendaraan keluarga terus tumbuh, dan Xpander menjadi bintang di segmen small MPV — menantang dominasi Toyota Avanza dan Honda Mobilio. Di sisi lain, Pajero Sport tetap memegang pasar loyal di segmen SUV ladder frame, berhadapan langsung dengan Toyota Fortuner.

Dalam situasi ini, MMKSI tampak memilih strategi yang elegan:

  • memaksimalkan lini produksi Xpander yang beromzet tinggi,
  • sambil tetap memastikan Pajero Sport tidak kehilangan eksistensi di showroom.

Impor mungkin bukan langkah populer, tapi ia menjadi jalan tengah paling rasional dalam menjaga keseimbangan antara supply dan demand. Lagi pula, dengan standar Mitsubishi yang ketat, kualitas Pajero Sport versi CBU akan tetap konsisten dengan produksi lokal.

Kualitas Terjaga, Harga Bisa Bergeser

Meski status impor sering dikaitkan dengan potensi penyesuaian harga, Mitsubishi menegaskan bahwa fokus utama tetap pada kepuasan pelanggan. Konsumen di Indonesia tak perlu khawatir akan penurunan kualitas, karena baik versi CKD (Completely Knocked Down) maupun CBU tetap mengikuti regulasi dan spesifikasi global Mitsubishi Motors.

Namun, di balik angka dan strategi, keputusan ini juga mencerminkan upaya Mitsubishi mempertahankan ekosistem produksi yang efisien dan berkelanjutan.

aDi tengah fluktuasi pasar global dan tekanan rantai pasok, efisiensi produksi menjadi kunci agar merek tetap kompetitif di era elektrifikasi dan digitalisasi otomotif.

Efek Domino di Jalur Produksi

Jika kita menelisik dari sisi teknis manufaktur, langkah ini mengandung logika yang kuat. Produksi Xpander dan Pajero Sport sama-sama menggunakan sebagian besar jalur perakitan di pabrik Bekasi. Saat Xpander meningkat drastis, jalur logistik, tenaga kerja, dan pasokan komponen ikut terserap.

Maka, untuk menghindari bottleneck, Mitsubishi memilih untuk menyalurkan produksi Pajero Sport ke fasilitas luar negeri sementara waktu kemungkinan besar ke Thailand, yang selama ini menjadi basis produksi global SUV tersebut.

Keputusan seperti ini umum dilakukan dalam industri otomotif modern, dikenal dengan istilah production rebalancing — memindahkan sebagian produksi antarnegara untuk menjaga kapasitas dan efisiensi rantai pasok global.

Antara Pengorbanan dan Kebangkitan

Mungkin bagi sebagian orang, kabar bahwa Pajero Sport akan “impor lagi” terdengar seperti kemunduran. Tapi dalam konteks industri, ini justru tanda kedewasaan strategi Mitsubishi.

Langkah ini menunjukkan bagaimana MMKSI mampu membaca arah angin pasar dan menyesuaikan langkah tanpa kehilangan identitasnya.

Di ujung cerita, Mitsubishi sedang menulis ulang babak baru dalam perjalanan industrinya di Indonesia  di mana Xpander menjadi jantung pertumbuhan, dan Pajero Sport tetap menjadi simbol kekuatan yang elegan.

Seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan, keduanya melengkapi satu sama lain. Sebab di dunia otomotif, kadang langkah mundur sesaat justru menjadi lompatan besar ke depan.

  • Penulis: dimas

✈︎ Random Artikel

expand_less