Hino Bangun Saung Baca di Purwakarta, Program CSR Ini Bukan Sekadar Donasi Tapi “Investasi” Literasi Desa
- account_circle Pandito
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 98
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hino Bangun Saung Baca di Desa Ciwangi Purwakarta, Dorong Literasi Anak
Hino Bangun Saung Baca di Desa Ciwangi Purwakarta, Dorong Literasi Anak
Hino CSR Bangun Saung Baca, Perkuat Literasi dan Pemberdayaan Desa
OTOExpo.com , Jakarta – Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kontribusi sosial berkelanjutan melalui program corporate social responsibility (CSR). Kali ini, HMSI menghadirkan sebuah inisiatif yang menyasar akar pembangunan desa: literasi anak dan penguatan komunitas.
Bertempat di Desa Ciwangi, Purwakarta, Hino menjalankan program bertajuk “Memberdayakan Masa Depan Ciwangi Melalui Literasi” dengan membangun fasilitas edukasi berupa Saung Baca, ruang belajar terbuka yang dirancang ramah anak sekaligus menyatu dengan karakter pedesaan.
Menariknya, Saung Baca ini bukan sekadar ruang baca simbolis. Dari sisi konsep, desain, hingga pemanfaatan, Hino menggarapnya sebagai pusat aktivitas literasi yang bisa digunakan secara aktif oleh masyarakat.
Saung Baca yang dibangun HMSI memiliki luas sekitar 25 meter persegi. Material yang digunakan didominasi kayu dan bambu, sehingga selaras dengan estetika lingkungan pedesaan sekaligus memiliki nilai keberlanjutan.

Hino Bangun Saung Baca di Desa Ciwangi Purwakarta, Dorong Literasi Anak
Pemilihan bahan tersebut bukan hanya soal tampilan tradisional, tetapi juga mempertimbangkan faktor kenyamanan ruang belajar, sirkulasi udara alami, dan efisiensi konstruksi. Desain terbuka khas saung membuat ruang lebih sejuk dan mendukung aktivitas membaca tanpa ketergantungan pada sistem pendingin ruangan.
HMSI menargetkan fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh lebih dari 50 anak melalui kegiatan literasi rutin setiap akhir pekan. Selain itu, Saung Baca juga disiapkan sebagai ruang belajar tambahan untuk siswa sekolah dasar di sekitar wilayah Desa Ciwangi.
Hino menilai bahwa penguatan literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga membentuk cara berpikir, kepercayaan diri, serta kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Dyah Maryati, CARM Dept Head HMSI.
“Kami percaya masa depan dimulai dari literasi. Melalui Saung Baca ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga tempat anak-anak membangun mimpi dan rasa percaya diri mereka,” ujar Dyah Maryati.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa CSR yang dijalankan HMSI tidak berhenti pada bantuan fisik, tetapi mengarah pada pembangunan sosial yang berdampak jangka panjang.
Hino juga melengkapi Saung Baca dengan dukungan yang bersifat fungsional. Tidak hanya membangun struktur, HMSI turut menyediakan koleksi ensiklopedia dan buku bacaan edukatif, yang dirancang untuk memperluas wawasan anak-anak, mulai dari pengetahuan umum hingga pembelajaran dasar.
Untuk mendukung kenyamanan, Saung Baca dilengkapi fasilitas duduk yang nyaman, sehingga anak-anak dapat belajar tanpa harus bergantung pada fasilitas sekolah.
Lebih jauh, Hino turut merancang aktivitas literasi melalui program membaca bersama yang melibatkan komunitas lokal serta dukungan dari Dinas Perpustakaan setempat. Kolaborasi ini penting untuk memastikan Saung Baca tidak menjadi proyek “sekali jadi lalu selesai”, melainkan terus hidup sebagai ruang aktivitas sosial.
Aspek menarik lain dari program ini adalah keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pembangunan. HMSI menggandeng tukang kayu dan tenaga kerja lokal selama pembangunan Saung Baca berlangsung.
Skema ini memberi dampak langsung bagi ekonomi desa, karena proyek pembangunan bukan hanya “hadiah” dari perusahaan, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi masyarakat sekitar.
Dalam konteks CSR modern, pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif karena menciptakan multiplier effect: fasilitas terbangun, masyarakat mendapat pekerjaan, dan desa memiliki aset edukasi jangka panjang.
Dengan hadirnya fasilitas ini, masyarakat Desa Ciwangi kini memiliki pusat kegiatan literasi yang bisa dimanfaatkan lebih luas. Tidak hanya untuk membaca, Saung Baca juga dapat menjadi ruang kelas kreatif, tempat diskusi komunitas, hingga ruang kegiatan pelestarian budaya lokal.
Hino memastikan Saung Baca akan dikelola secara mandiri oleh komunitas desa. Model pengelolaan ini memungkinkan program berjalan berkelanjutan dan dapat menjangkau generasi muda dalam jangka panjang.
Melalui inisiatif Saung Baca di Purwakarta, HMSI mempertegas posisi bahwa pertumbuhan industri otomotif tidak hanya soal penjualan kendaraan komersial, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat.

Hino Bangun Saung Baca di Desa Ciwangi Purwakarta, Dorong Literasi Anak
Program ini memperlihatkan bahwa CSR bisa dikemas secara konkret, terukur, dan relevan, dengan dampak langsung pada kualitas sumber daya manusia.
Di tengah tantangan rendahnya budaya membaca di banyak wilayah, Saung Baca menjadi bentuk intervensi sosial yang sederhana namun strategis. Bagi Hino, literasi bukan hanya program sosial, melainkan investasi masa depan yang hasilnya akan terasa bertahun-tahun ke depan.
- Penulis: Pandito
- Editor: RM.Dimas Wirawan
