Bukan Cuma Mobil! Booth Suzuki IIMS 2026 Bongkar Teknologi Mesin Motor & Outboard yang Jarang Terlihat Publik
- account_circle dimas
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

Temuan Menarik Selain Mobil di Booth Suzuki IIMS 2026: Sorotan 2W dan Marine
Bukan Cuma Mobil! Booth Suzuki IIMS 2026 Pamer Teknologi Motor dan Suzuki Marine
Temuan Menarik Selain Mobil di Booth Suzuki IIMS 2026: Sorotan 2W dan Marine
OTOExpo.com , Jakarta – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 identik sebagai arena pamer inovasi kendaraan roda empat. Namun di booth Suzuki, sorotan menarik justru muncul dari sisi yang tidak banyak dibicarakan: divisi Suzuki 2W (two wheels) dan Suzuki Marine.
Keduanya bukan sekadar “pelengkap” booth, melainkan etalase engineering yang memperlihatkan bagaimana Suzuki mengembangkan mesin dengan filosofi khas Jepang: efisiensi termal, durabilitas komponen, dan kontrol elektronik presisi. Di tengah dominasi tren mobil listrik dan fitur hiburan layar besar, Suzuki memilih pendekatan yang lebih fundamental: menunjukkan bagaimana performa dan efisiensi dibangun dari struktur mesin dan sistem kontrolnya.
Bagi pengunjung yang tertarik dengan sisi teknis otomotif, area Suzuki 2W dan Marine menjadi ruang yang memberi pengalaman berbeda lebih edukatif, lebih spesifik, dan terasa seperti mengintip dapur pengembangan produk.
Suzuki 2W menghadirkan beberapa model populer seperti V-Strom 250 SX, GSX-R150 generasi terbaru, serta Burgman Street 125EX. Namun yang membuat area ini terasa “serius” adalah bagaimana Suzuki memamerkan detail rekayasa melalui engine cutaway dan panel edukasi yang menjelaskan komponen internal.
V-Strom 250 SX
V-Strom 250 SX menjadi contoh bagaimana mesin silinder tunggal dapat tetap efisien tanpa kehilangan karakter torsi. Konfigurasi SOHC 249 cc dipadukan dengan pendinginan cairan dan radiator kompak yang menjaga temperatur kerja tetap stabil, terutama saat motor dipakai pada beban konstan seperti touring.

V-Strom 250 SX
Secara teknis, fokusnya bukan mengejar rpm tinggi ekstrem, tetapi menjaga pembakaran stabil pada rentang putaran menengah. Suzuki menonjolkan penerapan prinsip efisiensi pembakaran melalui sistem injeksi yang dikalibrasi untuk mempertahankan respon throttle halus sekaligus konsumsi bahan bakar lebih terkontrol.
GSX-R150
Pada GSX-R150, Suzuki menampilkan konfigurasi DOHC 147,3 cc yang tetap mempertahankan karakter sport. Dimensi bore x stroke overbore memberi ruang untuk mesin bernafas lebih lega di putaran tinggi, membuat power delivery terasa agresif di rpm atas.
Suzuki juga menekankan presisi throttle body dan pola injeksi yang membantu atomisasi bahan bakar lebih merata. Efeknya bukan hanya respons gas cepat, tetapi juga efisiensi pembakaran yang lebih konsisten saat mesin dipacu.
Burgman Street 125EX
Burgman Street 125EX menjadi highlight karena teknologi yang biasanya ditemukan pada kendaraan modern, namun diterapkan pada skutik harian. Sistem Engine Auto Stop-Start (EASS) terintegrasi dengan Integrated Starter Generator (ISG), menggantikan starter konvensional.
ISG membuat proses restart lebih halus karena tidak menghasilkan hentakan starter motor tradisional. Suzuki juga memaparkan desain ruang bakar yang disempurnakan untuk menghasilkan turbulensi optimal, sehingga campuran udara-bahan bakar lebih homogen. Ini berdampak langsung pada penurunan konsumsi BBM dan emisi lebih rendah.

Burgman Street 125EX
Yang menarik, booth Suzuki 2W turut menghadirkan sesi edukasi seperti simulasi digital mapping ECU dan pembacaan parameter AFR (Air Fuel Ratio) secara real-time. Materi seperti ini jarang ditemui di booth motor pada pameran umum, dan memberi nilai tambah bagi pengunjung yang ingin memahami logika kerja mesin modern.
Zona Suzuki Marine
Di sisi lain booth, Suzuki Marine membawa teknologi yang biasanya hanya terlihat di dunia boating dan marina. Kehadirannya di IIMS 2026 menjadi sinyal bahwa Suzuki ingin memperluas awareness publik bahwa mereka juga produsen mesin propulsi laut kelas global.
Suzuki menghadirkan outboard DF350A yang memakai sistem dual contra-rotating propeller (baling-baling ganda berputar berlawanan arah). Secara teknis, sistem ini berfungsi untuk mengoptimalkan thrust, mengurangi slip, dan meningkatkan stabilitas arah kapal.
Konfigurasi baling-baling ganda juga membantu menekan risiko cavitation, terutama saat kapal dipacu pada kecepatan tinggi. Ini bukan sekadar teknologi “premium”, tetapi solusi engineering untuk efisiensi propulsi dan kontrol handling di air.
Suzuki juga menampilkan DF115BG dengan sistem electronic throttle and shift (drive-by-wire). Sistem ini menghilangkan kabel mekanis dan menggantinya dengan sinyal elektronik presisi. Hasilnya, perpindahan gigi lebih halus dan kontrol akselerasi lebih linear.
Suzuki melengkapi teknologi ini dengan Lean Burn Control System, yakni sistem yang membaca beban mesin dan kecepatan untuk menentukan rasio campuran bahan bakar paling efisien saat cruising. Pada penggunaan jangka panjang, teknologi seperti ini berperan besar menekan konsumsi BBM sekaligus menjaga kestabilan performa mesin.

Suzuki Marine
Suzuki Marine juga menonjolkan aspek durabilitas. Housing mesin menggunakan lapisan anti-korosi multi-layer untuk penggunaan air laut. Sistem pendinginan mengandalkan water intake dengan tekanan stabil, dibantu monitoring sensor temperatur dan tekanan oli agar mesin tidak mengalami overheating saat dipakai dalam durasi panjang.
Kehadiran Suzuki 2W dan Suzuki Marine membuat booth Suzuki di IIMS 2026 terasa lebih “teknis” dibanding sekadar pamer model baru. Ada pesan kuat yang disampaikan: Suzuki tidak hanya menjual kendaraan, tetapi menjual sistem engineering yang teruji mulai dari pembakaran motor kecil hingga propulsi mesin laut berdaya besar.
Di tengah pameran yang banyak menonjolkan desain dan fitur digital, Suzuki justru tampil berbeda: memperlihatkan bahwa inovasi otomotif sejati sering dimulai dari hal paling fundamental—mesin, kontrol, dan efisiensi energi.****
@otoexpo selain mobil, di booth suzuki juga ada motor dan mesin tempel loh #suzuki #suzukiiims #iims #suzukiindonesia
♬ Vibes - ZHRMusic
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
