Sebulan Lagi Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Disebut Jadi “Senjata Rahasia” Lawan Macet Trans Jawa
- account_circle Magoh
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- visibility 38
- print Cetak

Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet dan Perjalanan Jauh
Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet dan Perjalanan Jauh
Mudik Lebaran 2026 Lebih Tenang: Teknologi Hybrid SHS JAECOO, Irit, Anti Range Anxiety
OTOExpo.com , Jakarta – Periode mudik Lebaran selalu menjadi ujian sesungguhnya bagi kendaraan di Indonesia. Bukan hanya soal jarak tempuh ratusan hingga ribuan kilometer, tetapi juga soal kemampuan mobil menghadapi kondisi yang tidak pernah konsisten mulai dari tol Trans Jawa yang mulus, jalur arteri padat, kemacetan total berjam-jam, hingga medan menanjak dengan ritme stop-and-go yang menguras tenaga.
Menjelang Lebaran 2026, perhatian publik mulai bergeser ke satu isu krusial: kendaraan yang hemat bahan bakar, tetap responsif, dan tidak bergantung penuh pada infrastruktur SPKLU. Di sinilah teknologi hybrid generasi baru mulai dianggap sebagai opsi paling realistis untuk kebutuhan mudik.
Salah satu sistem yang mulai banyak dibicarakan adalah Super Hybrid System (SHS) yang digunakan pada lini SUV elektrifikasi JAECOO. Teknologi ini diposisikan sebagai solusi untuk pemudik yang ingin efisiensi elektrifikasi, namun tetap membutuhkan fleksibilitas ketika jalur mudik belum sepenuhnya didukung charging station yang merata.
Head of Product JAECOO Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, menjelaskan bahwa sistem SHS dirancang untuk membaca kebutuhan tenaga kendaraan secara otomatis, sehingga perpaduan kerja mesin dan motor listrik dapat menyesuaikan kondisi jalan tanpa harus diatur manual oleh pengemudi.

Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet dan Perjalanan Jauh
“Pola kerja adaptif ini membantu kendaraan tetap responsif saat menyalip, namun tetap irit saat merayap di tengah kemacetan. Ini sangat pas untuk karakter mudik kita yang jaraknya bisa ratusan kilometer,” jelas Ryan.
Artinya, dalam skenario mudik yang penuh perubahan mulai dari akselerasi cepat di tol hingga merangkak di rest area padat—kendaraan tetap bisa menjaga efisiensi tanpa mengorbankan performa.
Pendekatan ini menjadi fondasi pada JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS, dua SUV hybrid yang disiapkan untuk penggunaan harian sekaligus perjalanan lintas kota.
Ryan menyebut ada tiga acuan utama yang bisa digunakan konsumen ketika mempertimbangkan kendaraan hybrid untuk mudik Lebaran.
Pertama, pilih sistem hybrid yang benar-benar pintar menyesuaikan kondisi jalan. Mudik bukan situasi berkendara normal. Dalam perjalanan panjang, pengemudi bisa berpindah dari jalan tol lancar ke kemacetan parah dalam hitungan menit. Sistem SHS mengatur perpaduan mesin dan motor listrik secara otomatis, sehingga efisiensi tetap terjaga tanpa pengemudi perlu repot mengatur mode secara manual.
Kedua, pastikan kendaraan punya jarak tempuh panjang dan fleksibilitas sumber tenaga. Salah satu kekhawatiran pemudik ketika mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi adalah antrean pengisian daya di rest area.
Sistem SHS menggabungkan mesin pembakaran internal dan baterai, sehingga perjalanan tetap bisa dilanjutkan meskipun tidak menemukan charging station. Bagi pemudik, ini berarti rute lebih simpel dan waktu tempuh lebih aman dari gangguan antrean SPKLU.
Ketiga, manfaatkan fitur elektrifikasi yang benar-benar fungsional untuk kebutuhan keluarga. Salah satu fitur yang dianggap relevan adalah Vehicle to Load (V2L), yang memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber daya listrik portabel.
Dalam konteks mudik, fitur ini bisa digunakan untuk mengisi daya gadget keluarga, menyalakan perangkat elektronik ringan, hingga membantu kebutuhan sederhana seperti menyeduh kopi atau menghangatkan makanan saat berhenti di pinggir jalan.
Dengan kata lain, hybrid bukan hanya soal konsumsi BBM, tetapi juga soal utilitas saat perjalanan panjang.
Selain teknologi mesin, mudik Lebaran juga identik dengan kondisi fisik pengemudi yang terkuras karena duduk lama di kemacetan. Untuk itu, JAECOO menyematkan hingga 19 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) pada J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS.
Beberapa fitur yang disebut paling relevan untuk mudik adalah Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist, yang membantu kendaraan menjaga jarak serta laju secara otomatis dalam kondisi stop-and-go. Sistem ini secara praktis mengurangi beban kaki pengemudi saat macet panjang, sehingga perjalanan terasa lebih ringan.
Pada J8 SHS-P ARDIS, fitur kenyamanan juga ditingkatkan lewat kursi pijat untuk penumpang depan serta sistem audio premium. Sementara untuk opsi EV murni, JAECOO J5 EV menawarkan hiburan seperti karaoke dan ruang bagasi luas untuk kebutuhan koper dan oleh-oleh mudik.
Untuk memperkuat kesiapan mudik, JAECOO juga mengimbau konsumen melakukan pengecekan kendaraan di dealer resmi, termasuk pemindaian sistem elektronik dan mekanikal. Selain itu tersedia program gratis atau diskon 50% wheel alignment dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Selama periode Lebaran, JAECOO menyiagakan 14 Dealer Siaga di jalur mudik utama, ditambah layanan bantuan darurat 24 jam mencakup towing, bantuan bahan bakar, hingga home service.

Sebulan Jelang Mudik Lebaran, Teknologi Hybrid SHS Dinilai Jadi Opsi Paling Fleksibel Hadapi Macet dan Perjalanan Jauh
Menariknya, JAECOO juga membawa catatan performa pasar yang cukup agresif. Berdasarkan data wholesales GAIKINDO Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit dan diklaim menjadi SUV listrik terlaris pada periode tersebut. Angka itu turut mengangkat JAECOO masuk ke jajaran 9 besar merek mobil nasional.
Saat ini, jaringan dealer JAECOO telah beroperasi di 25 titik dari Medan, kota-kota besar di Jawa, hingga Makassar, dan ditargetkan berkembang menjadi 80 dealer pada akhir 2026.
Dengan kombinasi teknologi SHS, fitur ADAS, V2L, dan dukungan purnajual mudik, hybrid JAECOO berusaha tampil sebagai jawaban realistis bagi masyarakat yang ingin mudik lebih hemat, lebih fleksibel, dan minim rasa cemas di perjalanan panjang.*****
- Penulis: Magoh
- Editor: RM.Dimas Wirawan
