light_mode
Beranda » Business » Insentif EV Dicabut Mulai 2026, Industri Otomotif Indonesia Masuk Fase Baru, ICMS Bongkar Skenario Dampaknya di IIMS 2026

Insentif EV Dicabut Mulai 2026, Industri Otomotif Indonesia Masuk Fase Baru, ICMS Bongkar Skenario Dampaknya di IIMS 2026

  • account_circle dimas
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 31
  • print Cetak

Insentif EV Dicabut 2026, ICMS Bongkar Dampaknya di IIMS, Harga EV Naik?

Indonesia Center for Mobility Studies Gelar Dialog Industri Otomotif Nasional ke-5 Bahas Arah Industri Pasca Berakhirnya Insentif Kendaraan Listrik

OTOExpo.com , Jakarta –    Dialog Industri Otomotif Nasional ke-5 Bahas Risiko Harga EV Naik, Strategi ATPM, dan Masa Depan Ekosistem Elektrifikasi.

Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) kembali menggelar Dialog Industri Otomotif Nasional untuk kelima kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024. Forum yang sudah menjadi agenda tahunan di rangkaian Indonesia International Motor Show (IIMS) ini mengangkat tema tajam dan relevan: “Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia?”

Tema tersebut bukan sekadar headline. Tahun 2026 diproyeksikan menjadi titik kritis bagi industri otomotif nasional, khususnya segmen kendaraan listrik, karena pemerintah berencana menghentikan sebagian insentif fiskal yang selama dua tahun terakhir menjadi katalis pertumbuhan adopsi EV di Indonesia.

Acara berlangsung di kawasan JIExpo Kemayoran, dihadiri perwakilan media nasional serta sejumlah Agen Pemegang Merek (ATPM). Diskusi dibangun sebagai forum terbuka yang memotret arah industri dari sisi kebijakan, investasi, hingga daya beli masyarakat.

Insentif EV Dicabut 2026, ICMS Bongkar Dampaknya di IIMS, Harga EV Naik?

Insentif EV Dicabut 2026, ICMS Bongkar Dampaknya di IIMS, Harga EV Naik?

Dialog ini menghadirkan pembicara dari spektrum industri yang cukup lengkap. Patia Jungjungan Monangdo, Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, hadir sebagai keynote speaker.

Sementara panel diskusi diisi oleh nama-nama strategis, seperti:

  • Rudy MF. dari Dyandra Promosindo (penyelenggara IIMS 2026)

  • Josua Pardede, Pengamat Ekonomi Senior Perbanas

  • Davy Tuilan, Deputy CEO of Sales & Network Development VinFast Indonesia

  • Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia

  • Rian Erlangga, Business Strategy Division Head Isuzu Indonesia

Kehadiran pemain EV murni, merek kendaraan penumpang, hingga kendaraan niaga mempertegas bahwa dampak kebijakan insentif tidak hanya menyasar satu segmen, tetapi berpotensi mempengaruhi rantai industri secara menyeluruh.

ICMS menyoroti kontras besar yang terjadi sepanjang 2025. Di tengah pasar otomotif nasional yang mengalami tekanan akibat daya beli dan ketidakpastian ekonomi global, segmen EV justru bergerak berlawanan arah.

Berdasarkan paparan yang dibahas dalam forum tersebut, pasar kendaraan listrik nasional sepanjang 2025 meningkat sekitar 70% menjadi 175.000 unit. Pertumbuhan paling agresif terjadi di segmen Battery Electric Vehicle (BEV).

Penjualan BEV naik dari 43.000 unit pada 2024 menjadi 104.000 unit pada 2025, atau tumbuh sekitar 141%.

Angka tersebut memperlihatkan satu hal: insentif fiskal terbukti efektif sebagai akselerator. Insentif tidak hanya menekan harga kendaraan listrik di pasar, tetapi juga mempercepat penerimaan publik terhadap teknologi baterai dan ekosistem pengisian daya.

Masuk 2026, industri menghadapi fase baru karena pemerintah berencana menghentikan sebagian insentif kendaraan listrik per 31 Desember 2025.

Insentif yang akan dihentikan meliputi:

  • PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 10%

  • Bea masuk 0% untuk EV impor baik CBU maupun CKD

Jika kebijakan ini berlaku penuh tanpa pengganti, maka harga jual kendaraan listrik di pasar 2026 berpotensi naik signifikan, terutama untuk model yang masih mengandalkan skema impor atau belum memenuhi TKDN optimal.

Sementara itu, beberapa insentif lain masih dilanjutkan seperti PKB, BBNKB, dan PPnBM 0%, namun tetap muncul pertanyaan besar: apakah itu cukup untuk menjaga momentum pertumbuhan?

Forum ICMS menegaskan bahwa industri harus bersiap menghadapi era baru: pasar EV tidak bisa lagi bertumpu pada stimulus harga.

Diskusi menyoroti kebutuhan strategi lanjutan, seperti:

  • memperkuat investasi manufaktur lokal agar biaya produksi turun

  • mempercepat pembangunan charging network di luar kota besar

  • menjaga stabilitas pasokan baterai dan komponen kritikal

  • memperluas skema pembiayaan yang kompetitif untuk EV

Di titik ini, tantangan industri menjadi lebih teknis: bukan hanya soal penjualan unit, tetapi tentang kemampuan ekosistem dalam membuat EV tetap masuk akal secara ekonomi.

Menariknya, diskusi tidak hanya terfokus pada kendaraan listrik penumpang. ICMS juga menyoroti pentingnya kebijakan untuk menjaga sektor kendaraan niaga, mengingat perannya sebagai tulang punggung distribusi nasional.

Penguatan kendaraan niaga dinilai penting untuk menjaga efisiensi logistik, kestabilan rantai pasok, serta daya saing ekonomi Indonesia. Di sinilah Isuzu, sebagai pemain kendaraan komersial, masuk dalam diskusi strategis.

Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang diskusi yang dibangun secara netral dan independen.

Insentif EV Dicabut 2026, ICMS Bongkar Dampaknya di IIMS, Harga EV Naik?

Insentif EV Dicabut 2026, ICMS Bongkar Dampaknya di IIMS, Harga EV Naik?

“Melalui forum ini, kami berharap dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan industri otomotif nasional… serta mendorong perumusan arah kebijakan yang relevan bagi industri dan selaras dengan visi jangka panjang pemerintah,” ujar Munawar.

Forum ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mengejar target pemerintah: 600.000 kendaraan listrik pada 2030 serta agenda Net Zero Emission 2060.

Dialog Industri Otomotif Nasional ke-5 ini didukung oleh VinFast Indonesia, Toyota Astra Motor, dan Geely Auto Indonesia.***

  • Penulis: dimas
  • Editor: Dimas Lombardi

✈︎ Random Artikel

expand_less