JNE Tangerang Borong 10 Wuling Mitra EV di IIMS 2026, Ini Sinyal Serius Logistik Indonesia Mulai Hijrah ke Listrik
- account_circle Pandito
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- visibility 127
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wuling Berkolaborasi Dengan JNE Tangerang Untuk Perkuat Logistik ‘Green Expedition’
Wuling Serahkan 10 Mitra EV ke JNE Tangerang di IIMS 2026, Logistik Mulai Go Green
Wuling Berkolaborasi Dengan JNE Tangerang Untuk Perkuat Logistik ‘Green Expedition’
OTOExpo.com , Jakarta – Di lantai pameran IIMS 2026, saat sebagian merek sibuk memoles SUV listrik dan sedan futuristik, Wuling justru memilih langkah yang lebih “diam-diam mematikan”. Tidak terlalu glamor, tapi dampaknya bisa jauh lebih besar: logistik.
Wuling Motors resmi melakukan seremoni penyerahan mock up secara simbolis atas pembelian 10 unit Wuling Mitra EV Blind Van kepada PT Jala Niaga Elok (JNE Tangerang). Prosesi berlangsung di booth Wuling pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Jakarta, 5 Februari 2026.
Ini bukan sekadar penyerahan unit. Ini adalah pernyataan: industri distribusi mulai sadar bahwa masa depan pengiriman paket bukan cuma soal cepat, tapi juga soal hemat energi dan bersih emisi.
Wuling memang punya reputasi kuat di segmen kendaraan listrik konsumen. Tapi lewat Mitra EV, Wuling seakan bilang: elektrifikasi bukan cuma buat gaya hidup, tapi juga buat pekerjaan berat.

Wuling Berkolaborasi Dengan JNE Tangerang Untuk Perkuat Logistik ‘Green Expedition’
Kharismawan Awangga, Sales Operation Director Wuling Motors, menegaskan bahwa Mitra EV sejak awal memang disiapkan untuk sektor bisnis.
“Wuling berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan bagi kebutuhan bisnis di Indonesia. Wuling Mitra EV hadir sebagai kendaraan listrik komersial yang dirancang untuk mendukung operasional logistik secara efisien, fungsional, dan modern. Kami mengapresiasi kepercayaan JNE Tangerang dalam memanfaatkan Mitra EV sebagai bagian dari armada operasionalnya, sekaligus berkontribusi pada pengembangan logistik yang lebih ramah lingkungan,” ujar Kharismawan.
Kalimat “efisien dan modern” di sini bukan jargon kosong. Karena data uji coba yang dibuka JNE Tangerang cukup bikin industri mulai melirik serius.
Sebelum memutuskan pembelian, JNE Tangerang bersama Wuling Prima sudah melakukan uji coba penggunaan Mitra EV selama periode 2 Desember hingga 29 Desember 2025.
Hasilnya: jarak tempuh akumulasi 500 kilometer, dengan biaya pengisian daya hanya sekitar Rp190 ribu.
Angka ini terasa seperti tamparan halus buat kendaraan niaga konvensional yang masih mengandalkan BBM. Karena di dunia logistik, selisih biaya operasional bukan sekadar hitungan kecil itu bisa jadi margin keuntungan.
Efisiensi ini pula yang akhirnya membuat JNE Tangerang menerbitkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) pada 30 Desember 2025, sebagai langkah resmi untuk memperkuat armada inbound mereka.
Yang menarik, penggunaan Mitra EV di JNE Tangerang tidak diarahkan untuk last mile delivery (pengantaran akhir). Fokus utamanya adalah proses inbound, yaitu pengiriman paket dari pusat pengumpulan menuju kantor operasional sebelum masuk ke tahap distribusi akhir.
Ini strategi yang cerdas. Jalur inbound biasanya lebih terukur, rutenya lebih konsisten, dan beban operasionalnya rutin. Artinya, kendaraan listrik bisa bekerja optimal tanpa harus dipaksa bertarung dengan skenario tak terduga seperti last mile yang sering berubah-ubah.
Igo Ilham, Direktur Pelaksana JNE Tangerang, menegaskan arah tersebut.
“Pengadaan 10 unit Wuling Mitra EV merupakan bagian dari strategi JNE Tangerang untuk mengoptimalkan proses inbound, yaitu pengiriman paket dari pusat pengumpulan menuju kantor operasional sebelum memasuki tahap pengantaran akhir kepada pelanggan. Kehadiran armada listrik ini membantu kami meningkatkan kecepatan proses, menjaga ketepatan waktu layanan, sekaligus menghadirkan operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Igo.
Bicara efisiensi inbound berarti bicara inti bisnis logistik. Dan kalau jalur ini bisa ditekan biayanya, efeknya bisa terasa sampai ke konsumen.
Penyerahan mock up dilakukan oleh Kharismawan Awangga bersama Harry Kamora (Direktur Operasional PT Prima Wahana Auto Mobil/Wuling Prima), kepada jajaran pimpinan JNE Tangerang: Amrizal Husein (Direktur Utama), Igo Ilham (Direktur Pelaksana), serta Genta Purnama Hasan (Direktur Operasional).
Momentum ini menegaskan bahwa kolaborasi EV komersial bukan lagi sekadar rencana. Ini sudah masuk tahap implementasi nyata.
Dan di tengah tekanan industri logistik yang makin ketat biaya bahan bakar naik, tuntutan layanan cepat makin tinggi EV menjadi opsi yang tidak bisa lagi dipandang sebagai eksperimen.
Wuling Mitra EV sendiri adalah kendaraan listrik komersial pertama Wuling di Indonesia, dan yang menarik: mobil ini diproduksi di pabrik Wuling di Cikarang.
Mengusung semangat “Satu Rekan, Banyak Solusi”, Mitra EV hadir dalam dua varian utama:
-
Blind Van
-
Minibus
Pilihan warna yang tersedia juga dibuat sederhana dan profesional: Polar White serta Mountain Grey. Tidak neko-neko, karena memang ini kendaraan kerja.

Wuling Berkolaborasi Dengan JNE Tangerang Untuk Perkuat Logistik ‘Green Expedition’
Dan justru di situlah kekuatannya. Mitra EV tidak mencoba jadi “mobil gaya”. Ia dirancang untuk jadi rekan operasional yang fungsional, efisien, dan bisa diandalkan setiap hari.
Kolaborasi Wuling dan JNE Tangerang ini terasa seperti babak awal dari perubahan yang lebih besar. Industri logistik Indonesia perlahan masuk ke fase baru: bukan hanya soal kecepatan pengiriman, tapi juga soal efisiensi energi dan pengurangan jejak emisi.
Jika angka Rp190 ribu untuk 500 km itu konsisten dalam penggunaan jangka panjang, bukan tidak mungkin kendaraan listrik niaga akan menjadi standar baru—dan kendaraan diesel perlahan turun tahta tanpa seremoni.
Di IIMS 2026, Wuling dan JNE Tangerang mungkin hanya menyerahkan mock up. Tapi pesan yang dibawa jelas: ekspedisi hijau sudah dimulai, dan roda logistik Indonesia mulai bergerak ke arah listrik.
- Penulis: Pandito
- Editor: RM.Dimas Wirawan
