Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » Dari Bengkel Logam hingga Visi Mobilitas Masa Depan, Kia Menulis Ulang Sejarah Global Sepanjang 80 Tahun

Dari Bengkel Logam hingga Visi Mobilitas Masa Depan, Kia Menulis Ulang Sejarah Global Sepanjang 80 Tahun

  • account_circle Abimanyu
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dari Bengkel Logam hingga Visi Mobilitas Masa Depan, Kia Menulis Ulang Sejarah Global Sepanjang 80 Tahun

Merayakan 80 Tahun Perjalanan Kia Global, Berangkat dari Warisan untuk Menatap Masa Depan Mobilitas

OTOExpo.com , Jakarta – Delapan puluh tahun bukan sekadar angka di kalender. Ia adalah jejak panjang tentang keberanian, adaptasi, dan determinasi sebuah merek yang menolak berhenti bergerak.

Kia, salah satu nama paling berpengaruh di industri otomotif global hari ini, merayakan tonggak 80 tahun perjalanannya melalui seremoni dan pameran khusus yang sarat makna sebuah perayaan yang bukan hanya menengok masa lalu, tetapi juga menegaskan arah masa depan mobilitas dunia.

Berlokasi di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan, perayaan ini menjadi panggung refleksi perjalanan Kia dari industri manufaktur sederhana hingga menjelma sebagai pemain utama dalam ekosistem mobilitas berkelanjutan.

Acara tersebut turut disiarkan secara global melalui kanal YouTube Kia Global, menegaskan keterbukaan Kia dalam membagikan kisah dan visinya kepada dunia.

80 Tahun Kia Global: Perjalanan Panjang Menuju Masa Depan Mobilitas Dunia

80 Tahun Kia Global: Perjalanan Panjang Menuju Masa Depan Mobilitas Dunia

Lebih dari 400 tamu menghadiri momen bersejarah ini, termasuk jajaran pimpinan Hyundai Motor Group dan Kia, karyawan lintas generasi, hingga mitra strategis yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari denyut perjalanan Kia.

Atmosfer perayaan terasa personal, hangat, sekaligus visioner—sebuah kombinasi yang mencerminkan DNA Kia selama delapan dekade.

Didirikan pada tahun 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho, Kia memulai kisahnya bukan sebagai produsen mobil, melainkan sebagai pembuat komponen logam presisi.

Sebuah awal yang sederhana, namun menjadi fondasi kuat bagi filosofi kualitas dan ketekunan yang terus dijaga hingga kini.

Nama Kia resmi digunakan pada tahun 1952, bersamaan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya, sepeda 3000-Liho. Tonggak besar berikutnya hadir pada 1973, ketika Kia membangun Sohari Plant kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong  fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan. Dari sinilah roda transformasi mulai berputar lebih kencang.

Langkah Kia memasuki dunia kendaraan roda empat dimulai pada 1974 lewat peluncuran Kia Brisa, yang membuka pintu Kia ke panggung otomotif global.

Nama Kia semakin dikenal lewat model ikonik seperti Kia Pride pada 1987 dan Kia Sportage pada 1993, yang dicatat sebagai salah satu urban SUV pertama di dunia, sebuah konsep yang kini mendominasi pasar global.

Tahun 1997 menjadi titik balik penting ketika Kia bergabung dengan Hyundai Motor Group, di bawah kepemimpinan visioner Chung Ju-yung dan Mong-Koo Chung. Namun transformasi besar Kia tidak berhenti pada struktur korporasi.

Pada 2005, ketika Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia, arah baru ditetapkan melalui strategi Design Management yang menyeluruh. Perekrutan desainer global seperti Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer menjadi penanda bahwa desain bukan lagi pelengkap, melainkan identitas utama brand.

Perayaan 80 tahun Kia juga menyoroti peran manusia di balik setiap pencapaian. Melalui rangkaian film khusus, kisah lintas generasi karyawan, serta penampilan istimewa dari Kia Ambassador sekaligus violinist kelas dunia, Clara-Jumi Kang, Kia menegaskan satu pesan penting: teknologi boleh berkembang, tetapi manusia tetap menjadi pusatnya.

Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, menegaskan makna perjalanan panjang tersebut.

“Sejarah 80 tahun Kia adalah narasi tentang ketekunan dan komitmen. Atas nama Hyundai Motor Group, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari warisan Kia,” ujarnya.

Senada dengan itu, Presiden dan CEO Kia, Ho Sung Song, menambahkan bahwa warisan ini bukan untuk dikenang semata.

“Dengan memetik pelajaran dari perjalanan 80 tahun Kia, kami menegaskan kembali semangat determinasi yang telah menggerakkan Kia sejak awal. Warisan ini adalah fondasi untuk masa depan,” ungkapnya.

Dalam perayaan ini, Kia juga memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah konsep kendaraan yang merepresentasikan interpretasi baru mobilitas masa depan.

Terinspirasi dari keanggunan dan dinamika perjalanan jarak jauh era 1960-an, konsep ini memadukan performa dengan kenyamanan ala lounge modern.

Mengusung filosofi desain “Opposites United”, Vision Meta Turismo menyatukan garis futuristik dengan pendekatan human-centered design. Interiornya dirancang imersif, memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan interaksi alami antara pengemudi, penumpang, dan kendaraan.

Sorotan utama hadir pada setir generasi terbaru dengan tiga mode digital—Speedster, Dreamer, dan Gamer—yang terintegrasi dengan Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD).

80 Tahun Kia Global: Perjalanan Panjang Menuju Masa Depan Mobilitas Dunia

80 Tahun Kia Global: Perjalanan Panjang Menuju Masa Depan Mobilitas Dunia

Teknologi ini memungkinkan informasi visual tampil secara tiga dimensi, seolah melayang di atas jalan, menghadirkan pengalaman berkendara yang intuitif dan personal.

“Vision Meta Turismo adalah representasi bagaimana Kia menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini bukan sekadar konsep, melainkan arah masa depan kami,” jelas Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design.

Sebagai bagian dari perayaan, Kia membuka pameran bertajuk “The Legacy of Movement”, yang menghadirkan delapan zona tematik dan 17 kendaraan ikonik dari berbagai era.

Mulai dari model bersejarah hingga produk terkini, pameran ini menggambarkan bagaimana Kia terus beradaptasi mengikuti perubahan zaman.

Digelar di Kia Vision Square dan dibuka untuk publik hingga 2029, pameran ini menjadi ruang refleksi tentang perjalanan Kia—dari sepeda pertama hingga kendaraan listrik dan solusi mobilitas berbasis teknologi.

Melalui strategi Total Transformation yang diperkenalkan sejak 2021, Kia menegaskan komitmennya terhadap kendaraan listrik, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan berbasis perangkat lunak.

Semua itu menjadi bagian dari upaya Kia menghubungkan warisan masa lalu dengan visi mobilitas masa depan.

Delapan puluh tahun perjalanan Kia adalah cerita tentang gerak yang tak pernah berhenti. Bukan hanya tentang kendaraan, melainkan tentang movement that inspires sebuah perjalanan yang terus melaju, menatap masa depan tanpa melupakan akar yang membentuknya.****

  • Penulis: Abimanyu
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

Baca Juga

expand_less