News
light
Beranda » Sports » Subaru BRZ Super Series 2025 Mandalika, Pembalap Wanita Thailand Curi Perhatian di Podium

Subaru BRZ Super Series 2025 Mandalika, Pembalap Wanita Thailand Curi Perhatian di Podium

  • account_circle Pandito
  • calendar_month Jum, 19 Des 2025
  • visibility 100

Subaru BRZ Super Series 2025 Mandalika, Pembalap Wanita Thailand Curi Perhatian di Podium

Pembalap Wanita Thailand Warnai Podium, Subaru BRZ Super Series Sukses Menutup Musim 2025 di Mandalika

 

 

OTOExpo.com , Mandalika – Deru mesin boxer memecah udara Lombok. Panas matahari Mandalika berpadu dengan ketegangan di lintasan. Di sinilah, musim balap Subaru BRZ Super Series 2025 ditutup bukan sekadar dengan bendera finis, melainkan dengan cerita tentang presisi, konsistensi, dan keberanian lintas negara.

Digelar pada 13–14 Desember 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Ronde 9 dan 10 menjadi babak pamungkas dari ajang one-make race yang kini semakin matang. Dengan format sprint race 15 lap, seri ini mempertaruhkan segalanya: gelar juara, gengsi tim, dan pembuktian kualitas Subaru BRZ sebagai platform balap yang jujur sekaligus kompetitif.

Empat kelas—Pro, Pro-Am, Am, dan Rookie beradu di lintasan cepat nan teknis Mandalika. Setiap tikungan menuntut presisi, setiap pengereman menguji nyali. Dan dari semua drama yang tercipta, satu nama mencuri perhatian publik: Sitarvee Limnantharak, pembalap wanita asal Thailand.

Balapan pertama Ronde 9 berlangsung agresif sejak lampu hijau menyala. Di kelas Pro, Rio S.B. dari Rizqy Motorsport tampil tanpa cela. Mengandalkan ritme yang stabil dan penguasaan racing line yang rapi, ia mengamankan kemenangan penting yang menjaga peluang hingga akhir musim.

Di kelas Pro-Am, Emmanuelle Amandio (Razaiq Motorsport) kembali membuktikan dirinya sebagai spesialis konsistensi. Namun sorotan utama justru datang dari Sitarvee Limnantharak (Project Mu Plaza Subaru). Dengan gaya balap tenang namun efektif, ia finis di posisi ketiga cukup untuk mengantarkannya ke podium Mandalika.

Bagi Subaru BRZ Super Series, kehadiran pembalap wanita internasional di podium bukan sekadar statistik. Ini adalah simbol bahwa ajang ini telah menjadi magnet regional, sekaligus panggung inklusif yang menilai pembalap dari skill, bukan latar belakang.

Di kelas Am, Rian Risky tampil solid, sementara Agung Setyadhi (Bumidia Racing) mencuri perhatian di kelas Rookie dengan kemenangan meyakinkan menandai lahirnya potensi baru di dunia balap nasional.

Balapan penutup pada Minggu siang menjadi klimaks sejati. Di kelas Pro, Hirotaka Ishii (Cusco Indonesia) tampil dominan dan mengunci kemenangan dengan catatan waktu 37:28.095. Ketekunannya menjaga ritme membuahkan hasil, diikuti Demas Agil (Dewa United Motorsport) dan Rio S.B. di posisi ketiga.

Catatan best lap Race 2 diraih Fitra Eri (Bumidia Racing Team) dengan waktu 2:15.606, menjadi bukti bahwa Mandalika masih menyimpan potensi duel waktu hingga lap terakhir.

Sementara itu, Sitarvee Limnantharak kembali menunjukkan kematangan balapnya. Di Race 2, ia sukses meraih kemenangan kelas Pro-Am, mengelola tekanan dan strategi dengan presisi sebuah performa yang menegaskan bahwa podium sebelumnya bukan kebetulan.

Subaru BRZ Super Series 2025 Mandalika, Pembalap Wanita Thailand Curi Perhatian di Podium

Subaru BRZ Super Series 2025 Mandalika, Pembalap Wanita Thailand Curi Perhatian di Podium

Di kelas Am, Rian Risky kembali berjaya, sedangkan Daniel Sutrisno (Dewa United Motorsport) menutup musim dengan kemenangan di kelas Rookie.

Seluruh peserta Subaru BRZ Super Series menggunakan Subaru BRZ sebagai basis kendaraan, dengan paket balap dan sistem keselamatan yang dikembangkan oleh Max Motorsport. Meski telah disiapkan untuk lintasan, DNA BRZ tetap terasa utuh.

Mesin Boxer Engine dengan pusat gravitasi rendah dan konfigurasi Rear-Wheel Drive menjadi fondasi keseimbangan sasis. Di Mandalika—sirkuit yang menuntut kestabilan di kecepatan tinggi dan ketenangan di sektor teknis—karakter ini menjadi kunci.

Menariknya, karakter tersebut tak hanya relevan di lintasan. Subaru BRZ tetap menawarkan kenyamanan dan rasa percaya diri saat dibawa ke jalan raya, menjembatani dunia balap dan penggunaan harian. Sebuah filosofi yang jarang ditemui di mobil sport modern.

“Ronde 9 dan 10 menjadi penutup yang tepat untuk musim 2025. Subaru BRZ Super Series kembali menunjukkan bahwa presisi, keseimbangan, dan keandalan merupakan DNA utama Subaru. Ajang ini juga menjadi wadah penting bagi perkembangan motorsport di Indonesia,” ujar Arie Christopher, CEO Subaru Indonesia.

Senada dengan itu, Yahya Adi Nugroho, Founder Max Motorsport, menambahkan, “Putaran final musim ini mencerminkan peningkatan kualitas kompetisi dan profesionalisme para pembalap di setiap kelas. Subaru BRZ Super Series terus berkembang sebagai ajang one-make race yang kompetitif dan berstandar tinggi.”

Berakhirnya Subaru BRZ Super Series 2025 di Mandalika bukanlah titik akhir, melainkan jeda sebelum cerita berikutnya dimulai. Sepanjang musim, ajang ini menyuguhkan duel bersih, regulasi solid, serta pembuktian bahwa mobil dengan karakter seimbang masih relevan di era performa instan.

Dan di antara deru mesin serta bendera finis, nama Sitarvee Limnantharak akan dikenang sebagai simbol keberagaman dan semangat kompetisi lintas batas bahwa Mandalika bukan hanya milik Indonesia, tetapi panggung motorsport Asia.

Musim telah selesai. Namun gema boxer Subaru BRZ masih terasa. Menunggu waktu, hingga lampu hijau kembali menyala.***

  • Penulis: Pandito
  • Editor: Dimas Lombardi

✈︎ Random Artikel

expand_less