Aletra Tutup Tahun Pertama dengan Produksi Lokal & Siapkan Ekspansi Besar 2026

Aletra Tutup Tahun Pertama dengan Penguatan Produksi, Layanan, Manufaktur, dan Ekspansi Bisnis di Tahun 2026
Aletra Tutup Tahun Pertama dengan Penguatan Produksi, Layanan, Manufaktur, dan Ekspansi Bisnis di Tahun 2026

Aletra Tutup Tahun Pertama dengan Produksi Lokal & Siapkan Ekspansi Besar 2026

Aletra Tutup Tahun Pertama dengan Penguatan Produksi, Layanan, Manufaktur, dan Ekspansi Bisnis di Tahun 2026

 

 

OTOExpo.com, Jakarta –  Dalam dunia otomotif, satu tahun bukanlah waktu yang panjang. Namun bagi sebuah merek kendaraan listrik yang lahir dan tumbuh di tengah pasar yang kompetitif, satu tahun bisa menjadi ujian karakter. Di titik inilah PT Aletra Mobil Nusantara berdiri menutup tahun pertamanya bukan dengan gegap gempita, melainkan dengan langkah yang terasa lebih tenang, terukur, dan matang.

Aletra tidak datang membawa janji revolusioner yang meledak-ledak. Sebaliknya, merek ini memilih jalur yang lebih sunyi: membangun fondasi. Dari produksi, layanan, hingga kesiapan manufaktur, Aletra menghabiskan 2025 untuk memastikan bahwa eksistensinya bukan sekadar numpang lewat di euforia kendaraan listrik nasional.

“Pencapaian strategis yang kami raih di 2025 merupakan pondasi awal bagi pertumbuhan Aletra ke depan,” ujar Andre Jodjana, Chief Executive Officer Aletra.

“Produksi lokal yang semakin kuat, jaringan layanan yang berkembang, dan rencana pengembangan produk baru menjadi langkah awal kami untuk bersaing lebih luas di pasar kendaraan listrik Indonesia.” jelasnya.

Pernyataan itu terdengar sederhana. Namun di baliknya, tersimpan strategi bertahan hidup di industri yang menuntut keseriusan jangka panjang.

Salah satu pencapaian paling konkret Aletra di tahun pertamanya adalah keberhasilan mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 44% untuk Aletra L8 EV. Angka ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan hasil dari proses lokalisasi produksi yang bertahap dan realistis.

Bacaan Lainnya

Perakitan dilakukan secara CKD (Completely Knocked Down) di fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta. Dari sana, Aletra mulai menyesuaikan produknya dengan realitas Indonesia bukan sekadar memindahkan model global ke pasar lokal.

Penyesuaian itu mencakup tuning suspensi agar lebih bersahabat dengan kontur jalan nasional, peningkatan sistem pendinginan kabin untuk iklim tropis, hingga optimalisasi komponen non-powertrain demi membuka ruang peningkatan kandungan lokal. Pendekatan ini mungkin tidak instan, tetapi justru di situlah kekuatannya: evolusioner, bukan spekulatif.

Aletra Tutup Tahun Pertama dengan Penguatan Produksi, Layanan, Manufaktur, dan Ekspansi Bisnis di Tahun 2026
Aletra Tutup Tahun Pertama dengan Penguatan Produksi, Layanan, Manufaktur, dan Ekspansi Bisnis di Tahun 2026

Dalam konteks industri EV yang kerap dibalut jargon futuristik, Aletra memilih bahasa yang lebih membumi bahasa manufaktur.

Mobil listrik tidak bisa hidup dari brosur. Ia membutuhkan ekosistem. Menyadari hal tersebut, Aletra memperkuat sisi hilir melalui perluasan jaringan dealer 3S (Sales, Service, Spare Parts). Hingga akhir 2025, Aletra telah mengoperasikan enam dealer di lokasi strategis: Pluit, PIK, Puri, Kemang, Pekanbaru, dan Dewi Sartika.

Seluruh dealer ini dikembangkan dengan standar layanan terpadu mulai dari konsultasi, test drive, perawatan berkala, hingga ketersediaan suku cadang. Beberapa di antaranya juga telah terintegrasi dengan Voltron EV Charging Station, memberikan kepastian bahwa kepemilikan EV tidak berhenti di garasi rumah.

Di sinilah Aletra terlihat cukup jujur membaca pasar: konsumen Indonesia tidak hanya membeli teknologi, tetapi juga rasa aman.

Secara volume, Aletra memang belum bermain di angka besar. Namun ritme produksinya mulai menunjukkan stabilitas. Pada periode Agustus–Oktober 2025, Aletra memproduksi 200 unit, disusul 103 unit pada November–Desember. Dari total tersebut, 147 unit telah dikirimkan ke konsumen di berbagai wilayah Indonesia.

Angka-angka ini mungkin terasa kecil dibanding merek besar. Namun bagi pemain baru, ini adalah indikator bahwa rantai pasok, manufaktur, dan distribusi sudah mulai berjalan selaras tanpa guncangan berarti.

Sebagai langkah lanjutan menuju transparansi industri, Aletra juga bersiap bergabung dengan GAIKINDO. Keanggotaan ini akan membawa Aletra ke dalam sistem pelaporan penjualan resmi nasional, sebuah langkah yang menegaskan kesiapan mereka untuk dinilai secara terbuka, sejajar dengan pemain lain.

Jika 2025 adalah tahun membangun pondasi, maka 2026 diposisikan Aletra sebagai fase akselerasi. Salah satu langkah strategisnya adalah pembangunan Aletra Head Office & R&D Center, yang dijadwalkan beroperasi pada pertengahan tahun depan.

Fasilitas ini akan menjadi pusat riset, rekayasa, dan peningkatan kualitas produk bukan hanya untuk menyempurnakan L8 EV, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan portofolio baru, termasuk solusi kendaraan listrik untuk segmen bisnis (B2B).

Permintaan dari sektor operasional bisnis menjadi sinyal penting. Ini menunjukkan bahwa EV tidak lagi dipandang sebagai gaya hidup semata, tetapi mulai diterima sebagai alat kerja selama ia mampu menawarkan durabilitas, efisiensi, dan biaya operasional yang masuk akal.

“Fondasi yang kami bangun sepanjang tahun pertama menjadi langkah awal bagi perjalanan Aletra di Indonesia,” terang Andre.

Aletra mungkin belum menjadi nama besar. Namun di industri otomotif, terutama kendaraan listrik ketahanan sering kali lebih penting daripada sensasi. Tahun pertama Aletra adalah tentang belajar berjalan sebelum berlari.

“Memasuki 2026, kami semakin siap untuk tumbuh lebih cepat dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi industri kendaraan listrik nasional.” pungkas Andre.

Dengan produksi lokal yang semakin solid, layanan yang mulai merata, serta visi pengembangan yang tidak tergesa-gesa, Aletra menutup 2025 dengan satu pesan yang cukup jelas: mereka tidak sekadar ingin hadir, tetapi ingin bertahan dan bertumbuh.

Dan di pasar EV Indonesia yang terus berevolusi, ketenangan seperti ini justru bisa menjadi senjata paling tajam.****

Pos terkait