Berita
light_mode
Beranda » Kendaraan » GWM ORA Siap Masuk Indonesia Setelah Sukses di Luar Negeri

GWM ORA Siap Masuk Indonesia Setelah Sukses di Luar Negeri

  • account_circle dennis
  • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
  • visibility 175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

GWM ORA Siap Masuk Indonesia Setelah Sukses di Luar Negeri

 

OTOExpo.com , Jakarta –  Tak bisa dipungkiri, GWM ORA berhasil mencuri perhatian dunia otomotif dalam waktu singkat.

Mobil listrik asal Tiongkok ini tampil menawan di berbagai belahan dunia, meraih beragam penghargaan bergengsi, dan mencetak rekor penjualan.

Tapi pertanyaannya sekarang: saat mereka benar-benar masuk ke pasar Indonesia, apakah kesuksesannya bisa bertahan di sini? Sebab, seperti kita tahu, pasar otomotif Tanah Air punya selera dan tantangan sendiri.

GWM ORA dan Cerita Suksesnya di Pasar Global

Kalau dilihat dari rekam jejaknya, GWM ORA memang punya modal besar. Diperkenalkan pertama kali di Asia pada 2018, mereka langsung membuat kejutan lewat desain unik dan fitur cerdasnya.

ORA Good Cat, salah satu model andalannya, bahkan sempat merebut Best Design EV di Bangkok International Motor Show 2021.

Tidak lama berselang, Good Cat sukses terjual lebih dari 10.000 unit di Thailand dan mendominasi pangsa pasar EV di sana sepanjang 2022 dan 2023.

GWM ORA Siap Masuk Indonesia Setelah Sukses di Luar Negeri

Pencapaian ini bukan sekadar soal angka penjualan. Di Thailand, mereka bahkan membuka jalur produksi di luar Tiongkok, membuat ORA 03 menjadi mobil listrik pertama yang diproduksi di luar negeri oleh pabrikan Tiongkok.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa mereka serius mengembangkan ekosistem kendaraan listrik global.

Tak hanya di Asia, Eropa pun ikut menjadi saksi kehebatan GWM ORA. Ketika mobil ini masuk ke Inggris pada 2022, mereka langsung memenangi penghargaan Best Urban Electric Car 2023 dari Driving Electric Awards.

Selain itu, mereka juga mendapat lima bintang di Euro NCAP dan pengakuan Green NCAP untuk keberlanjutan. Tidak heran kalau penjualan globalnya sudah melampaui 270.000 unit hingga awal 2025.

Pasar Indonesia: Medan Berat untuk GWM ORA

Sukses di luar negeri tentu jadi modal percaya diri. Namun, saat melirik Indonesia, GWM ORA harus sadar bahwa pasar ini punya banyak keunikan sekaligus tantangan.

Kita tahu bahwa minat masyarakat terhadap mobil listrik memang meningkat, terutama di kota-kota besar. Namun harga, layanan purna jual, dan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor utama yang menentukan apakah sebuah merek baru bisa bertahan lama.

Di Indonesia, pembeli mobil juga sangat memperhatikan brand dan reputasi. Meskipun ORA sudah menang banyak penghargaan global, itu belum tentu menjamin penerimaan di sini.

Selain itu, mereka harus berhadapan langsung dengan pemain lama seperti Hyundai dan Wuling yang sudah lebih dulu memasarkan mobil listrik mereka dan sudah lebih banyak beradaptasi terhadap kebutuhan lokal.

Apa yang Membuat ORA Spesial

Dari segi desain, GWM ORA bisa dibilang cukup berani dan playful. Bentuknya yang retro-futuristik seperti ORA Good Cat punya daya tarik untuk segmen anak muda urban.

Fitur di dalamnya juga lengkap, mulai dari layar infotainment canggih hingga fitur bantuan mengemudi.

Namun di sisi lain, infrastruktur pengisian daya di Indonesia belum sepenuhnya matang.

Belum lagi harga kendaraan listrik saat ini juga cenderung lebih mahal dibanding mobil bermesin bensin.

Kalau GWM ingin benar-benar membuat gebrakan, mereka harus bisa menawarkan harga kompetitif sekaligus edukasi ke calon pembeli soal keunggulan kendaraan listrik.

Strategi GWM untuk Indonesia

Menurut Martina Danuningrat, Strategy & Marketing Director GWM Indonesia, mereka sudah mempersiapkan portofolio kendaraan fleksibel untuk menjawab kebutuhan beragam pengguna.

Strateginya cukup menarik: mereka mau menghadirkan beragam jenis powertrain, baik hybrid maupun full EV, agar bisa masuk ke banyak segmen pasar.

Namun tetap saja, strategi ini baru bisa dibilang berhasil kalau didukung dua hal penting: harga yang bersaing dan layanan purna jual yang memuaskan.

Jika harga mobilnya terlalu premium, GWM ORA berisiko hanya menjadi mobil hobi semata. Selain itu, kalau layanan purnajualnya belum siap, pembeli bisa berpikir dua kali untuk meminangnya.

Indonesia, Peluang dan Tantangan untuk GWM ORA

Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan pertumbuhan kelas menengah yang pesat, Indonesia jelas menjanjikan.

Di sisi lain, masyarakat juga semakin peduli soal gaya hidup ramah lingkungan dan teknologi baru, sehingga mobil listrik pasti punya masa depan cerah di sini.

Hanya saja, jangan lupa bahwa Indonesia bukan Thailand atau Eropa. Infrastruktur stasiun pengisian daya di sini baru berkembang di kota besar.

Selain itu, edukasi soal penggunaan kendaraan listrik juga harus lebih masif agar masyarakat mau beralih.

Jadi, apakah GWM ORA bisa mengulang kisah suksesnya di sini? Semuanya bergantung pada keseriusan mereka dalam membangun ekosistem, beradaptasi dengan kebutuhan lokal, dan memberi harga masuk akal untuk masyarakat.

Jika hanya mengandalkan desain keren dan sederet penghargaan global, rasanya itu belum cukup untuk memenangkan hati pembeli Indonesia.

Antara Optimisme dan Skeptisisme

Secara global, GWM ORA sudah membuktikan bahwa mereka bukan pemain sembarangan. Prestasi di Thailand, Eropa, hingga Afrika Selatan menunjukkan bahwa mereka punya inovasi dan kualitas yang bisa diandalkan.

Tapi di Indonesia, mereka harus bisa menjawab banyak tantangan spesifik: harga, infrastruktur, dan layanan purnajual.

Tanpa itu semua, ORA bisa saja hanya sekadar menjadi “mobil lucu” di mata konsumen, bukan kendaraan praktis untuk sehari-hari.

Jika mau benar-benar sukses, GWM harus belajar cepat dan menyiapkan strategi matang agar bisa merebut hati masyarakat Indonesia.****

.

.

.

.

  • Penulis: dennis

Berita Menarik Lainnya

expand_less