Baterai Chery Tiggo 8 CSH Berendam 54 Jam di Air Laut Tetap Berfungsi Tanpa Kendala
- account_circle dimas
- calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
- visibility 171
- comment 0 komentar
- print Cetak

Baterai Chery Tiggo 8 CSH Berendam 54 Jam di Air Laut Tetap Berfungsi Tanpa Kendala
OTOexpo.com , Jakarta – Ada yang belum percaya dengan daya tahan baterai mobil listrik dan PHEV? Jika belum, coba simak yang dilakukan Chery Tiggo 8 CSH.
Mobil ini bikin gempar dengan uji coba ekstrem: berendam air laut selama 53 jam 51 menit, atau nyaris 54 jam penuh.
Dan tebak apa yang terjadi? Saat baterainya dikembalikan ke mobil, mobil itu tetap bisa digunakan dan bahkan kembali melaju dengan normal.
Ini bukan soal klaim dari pabrikan. Ini bukti nyata bahwa teknologi baterai mobil listrik dan plug‑in hybrid dari Chery memang serius dirancang untuk kebutuhan ekstrem.

Pengangkatan baterai chery Tiggo 8 CSH setelah direndam di air laur hampir 54 menit
Bukti Nyata dari Extreme Challenge: Chery Battery Test
Pengujian ini berlangsung di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta, dan berhasil membuat awak media dari berbagai negara takjub.
Tak hanya dari Indonesia, jurnalis dari Malaysia dan Thailand juga hadir untuk menyaksikan sendiri bagaimana sebuah mobil dapat bertahan dari air laut yang korosif dan penuh risiko.
Mengapa air laut? Berbeda dengan air biasa, air laut membawa kadar garam tinggi yang dapat memicu korosi logam dan degradasi isolasi dengan cepat.
Bahkan, bagi sebagian besar baterai mobil listrik biasa, rendaman air laut bisa berarti korsleting, kebocoran, hingga risiko kebakaran yang sangat tinggi.
Namun tidak bagi Chery Tiggo 8 CSH. Berkat teknologi baterainya yang disebut Chery Super Hybrid (CSH), mobil ini berhasil membuktikan bahwa teknologi dari pabrikan Tiongkok tersebut memang bukan soal gimmick, tetapi soal daya tahan nyata.
Saat uji coba berlangsung, Wakil Presiden PT Chery Sales Indonesia (CSI), Zeng Shuo, dan Direktur Penjualan PT CSI, Budi Darmawan, berada di tempat dan bahkan menjajal sendiri mobil yang sudah “disiksa” air laut itu.
Mereka membawa mobil keluar dari area pengujian dan membuktikan bahwa sistem mobil tetap bekerja dengan normal.
“Sebelum melakukan tindakan ini di depan publik, kami sudah mengujinya di laboratorium, dan baterai ini memang kuat direndam hingga 72 jam. Jadi kami percaya diri dengan pembuktian di depan pers kali ini,” kata Budi.
“Kalau dari hasil tes, tadi juga kita bawa alat ukurnya, teknisi kami menyatakan seluruh sistem baterai yang direndam itu berjalan normal, tidak ada dampak signifikan,” tambahnya.
Ini bukan kali pertama Chery membuat tantangan ekstrem bagi produk mereka. Sebelumnya, mobil ini juga pernah diuji dengan spiral rollovers, dual‑vehicle collisions, hingga uji tekanan dengan tumpukan tujuh mobil.
Jadi bisa dikatakan bahwa pengujian air laut ini memang level berikutnya dari standar daya tahan kendaraan listrik.
Mengapa Pengujian Ini Penting?
Saat ini, mobil listrik dan PHEV memang sedang naik daun. Namun, pertanyaan soal daya tahan dan keamanan teknologi baterainya juga tidak pernah berhenti diajukan oleh calon pembeli maupun kritikus.
Hal ini wajar, mengingat teknologi ini relatif baru bagi sebagian orang.
Air laut bukan air biasa. Sifat korosif dan daya hantar listrik dari air laut dapat dengan cepat menghancurkan sistem baterai standar yang tidak terlindungi dengan baik.
Jadi, pengujian ekstrem semacam ini bisa memberi gambaran nyata bahwa teknologi baterai mobil listrik dan PHEV sudah berada pada tingkat yang lebih matang.
Saat banyak pabrikan lain belum berani memamerkan uji daya tahan baterainya di kondisi seekstrem ini, Chery justru menjadikannya ajang untuk membangun kepercayaan publik.
Bukan Sekadar Uji Coba Sekali Jalan
Yang lebih menarik, uji daya tahan ini bukan cuma soal one-time show. Setelah Indonesia, Chery juga berencana membawa mobil ini ke berbagai negara lain untuk menghadapi uji daya tahan selanjutnya.
“Selanjutnya kita juga akan ke Meksiko untuk uji tabrak steel versus steel, setelah itu juga ke Timur Tengah untuk scraping test (uji gesekan). Jadi memang ini bukan hanya soal satu kali pengujian, tetapi soal bukti nyata daya tahan teknologi mobil ini di berbagai situasi ekstrem,” kata Zeng.
Chery Tiggo 8 CSH: Teknologi PHEV untuk Masa Depan
Chery Tiggo 8 CSH sendiri bukan mobil biasa. Model ini mengusung teknologi Plug‑in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan sistem Chery Super Hybrid (CSH).
Jadi bagi yang belum terlalu familiar, mobil ini bisa digunakan dengan tenaga listrik penuh, tenaga mesin bensin biasa, atau memanfaatkan sistem hybrid untuk efisiensi dan tenaga maksimal.
Selain teknologi drivetrain yang canggih, mobil ini juga dirancang dengan struktur High Strength Steel Body Cage 75%, memberikan keamanan tinggi bagi penggunanya.
Fitur-fitur lain juga tak kalah mengesankan, dari panoramic sunroof hingga teknologi konektivitas lengkap yang membuat mobil ini siap diajak menjelajah berbagai medan, termasuk kebutuhan urban dan touring jarak jauh.
Menghapus Keraguan dengan Bukti Nyata
Saat banyak yang belum sepenuhnya yakin dengan teknologi mobil listrik dan PHEV, langkah berani Chery ini memang layak diapresiasi.
Mereka tidak hanya mengandalkan angka atau klaim di atas kertas, tetapi juga membawa mobil ini ke medan uji nyata yang belum pernah dilakukan pabrikan lain sebelumnya.
Bagi para calon konsumen, ini bisa jadi nilai lebih yang sulit diabaikan. Ada jaminan bahwa teknologi yang digunakan memang siap digunakan untuk kebutuhan sehari‑hari, bahkan untuk skenario paling ekstrem sekalipun.
Berani Uji, Berani Berinovasi
Pengujian baterai Chery Tiggo 8 CSH dengan merendamnya di air laut selama hampir 54 jam memang bukan hanya soal gimmick marketing, tetapi soal pembuktian teknologi dan kualitas produk.
Bagi siapa saja yang belum yakin dengan teknologi mobil listrik dan PHEV, ini bisa jadi jawaban yang dicari.
Saat ini, Chery tidak hanya menawarkan mobil dengan desain dan teknologi modern, tetapi juga membawa nilai kepercayaan bagi para konsumennya.

Jika sebuah mobil bisa bertahan dari ujian air laut yang sangat korosif dan penuh risiko, maka kecil kemungkinan teknologi ini gagal menghadapi kebutuhan harian maupun petualangan panjang bersama keluarga.
Inilah era di mana teknologi mobil listrik dan PHEV tak hanya soal ramah lingkungan, tetapi juga soal daya tahan dan keamanan yang dapat diandalkan. Dan Chery Tiggo 8 CSH membuktikannya dengan sangat nyata.***
.
.
.
.
.
- Penulis: dimas
