News
light
Beranda » Aftermarket » 50 Tahun Bridgestone di Indonesia: Dari Bekasi ke Dunia, Kini Balik Lagi di IIMS 2026 sebagai Official Tire Partner

50 Tahun Bridgestone di Indonesia: Dari Bekasi ke Dunia, Kini Balik Lagi di IIMS 2026 sebagai Official Tire Partner

  • account_circle dimas
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 13

Bridgestone Indonesia 50 Tahun & Resmi Jadi Official Tire Partner IIMS 2026

Bridgestone Indonesia Rayakan 50 Tahun Perjalanan dan Kembali Hadir di IIMS 2026 sebagai Official Tire Partner

OTOExpo.com , Jakarta –  Ada hal yang sering terlupakan dalam dunia otomotif: bukan hanya mesin yang membawa manusia menuju masa depan, tetapi juga empat bidang karet yang diam-diam menanggung semuanya beban, kecepatan, panas, hujan, lubang jalan, hingga ambisi.

Dan di tahun 2026 ini, Bridgestone Indonesia seperti ingin mengingatkan satu hal: perjalanan besar selalu dimulai dari sesuatu yang tampak sederhana.

Tepat pada 5 Februari 2026, PT Bridgestone Tire Indonesia menandai tonggak penting: 50 tahun eksistensi di industri otomotif nasional. Lima dekade bukan angka kecil. Itu usia yang cukup untuk menyaksikan Indonesia berubah dari era sedan kotak, jip tangguh, hingga mobil listrik yang kini mulai memenuhi jalanan kota.

Tak hanya itu, Bridgestone juga memastikan perayaan ini tidak berhenti sebagai seremoni nostalgia. Mereka kembali hadir di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai Official Tire Partner, mempertegas posisi Bridgestone sebagai pemain yang bukan cuma “ikut pameran”, tapi ikut membentuk standar.

Perjalanan Bridgestone di Indonesia dimulai pada sebuah momen yang kini terasa historis: Kamis, 5 Februari 1976, saat pabrik pertama Bridgestone resmi berdiri di Bekasi. Kala itu, industri otomotif Indonesia belum seramai sekarang. Mobil masih barang mewah. Jalan tol belum sepadat hari ini. Tapi Bridgestone sudah membaca arah.

Pabrik Bekasi bukan sekadar fasilitas produksi. Ia adalah pernyataan: Bridgestone serius menjadikan Indonesia sebagai basis pertumbuhan.

Seiring kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin menggila dari sepeda motor harian hingga SUV keluarga—Bridgestone memperkuat kapasitasnya lewat pembangunan pabrik kedua di Karawang, yang diresmikan pada 9 September 1999.

Dua pabrik ini kini menjadi tulang punggung kontribusi Bridgestone terhadap ekosistem otomotif nasional, sekaligus menjadi mesin industri yang terus berdenyut, bahkan ketika pasar global naik-turun seperti roller coaster.

Dalam dunia ban, reputasi tidak bisa dibangun dari iklan saja. Ban adalah soal bukti. Dan Bridgestone tahu itu.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan bahwa usia 50 tahun ini bukan hanya soal lamanya berdiri, melainkan soal kepercayaan yang terus diwariskan lintas generasi.

“Lima puluh tahun bukan sekadar pencapaian usia, tetapi refleksi dari perjalanan panjang kepercayaan. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat Indonesia yang telah menyertai Bridgestone selama lima dekade,” ujar Mukiat Sutikno.

Ia menambahkan bahwa sejak awal Bridgestone hadir membawa satu prinsip yang tidak berubah: kualitas, kenyamanan, dan keselamatan.

Kalimat itu terdengar klasik. Tapi dalam praktiknya, tiga hal tersebut adalah pondasi yang menentukan apakah ban hanya sekadar produk, atau benar-benar menjadi bagian dari hidup seseorang.

Bridgestone Indonesia Rayakan 50 Tahun Perjalanan dan Kembali Hadir di IIMS 2026 sebagai Official Tire Partner

Bridgestone Indonesia Rayakan 50 Tahun Perjalanan dan Kembali Hadir di IIMS 2026 sebagai Official Tire Partner

Karena ban yang baik bukan cuma membuat mobil melaju. Ban yang baik membuat orang pulang dengan selamat.

Menariknya, Bridgestone Indonesia bukan hanya “pemain domestik”. Perusahaan ini telah berkembang menjadi bagian penting dari rantai pasok global.

Saat ini, produk Bridgestone yang dibuat di Indonesia telah diekspor ke lebih dari 70 negara.

Itu angka yang tidak main-main.

Artinya, kualitas produksi Bridgestone Indonesia bukan hanya memenuhi standar lokal, tapi juga sanggup berdiri sejajar dengan standar global baik dari sisi teknologi manufaktur, kontrol kualitas, maupun konsistensi produk.

Bagi industri otomotif nasional, fakta ini punya makna besar: Indonesia bukan sekadar pasar konsumsi, tetapi juga produsen yang dipercaya dunia.

Dan itu tidak terjadi begitu saja.

Kalau ban bagus tapi sulit ditemukan, itu sama saja seperti mobil kencang tanpa bensin. Bridgestone paham betul bahwa distribusi adalah medan perang sebenarnya.

Di Indonesia, Bridgestone membangun jaringan distribusi yang sangat luas. Produk Bridgestone kini tersedia melalui:

  • lebih dari 400 jaringan ritel resmi TOMO (Toko Model)

  • lebih dari 1.500 toko ban umum di berbagai wilayah Indonesia

Bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal kualitas layanan. TOMO disebut didukung staf bersertifikat, memastikan konsumen bukan sekadar beli ban, tetapi juga mendapatkan rekomendasi teknis yang tepat.

Karena memilih ban itu bukan urusan gaya. Salah pilih ukuran, salah pilih compound, atau salah pilih tipe tapak, hasilnya bisa fatal mulai dari konsumsi BBM boros hingga handling yang membahayakan.

Masuk ke panggung IIMS 2026, Bridgestone hadir bukan cuma sebagai “pengisi booth”. Mereka datang sebagai Official Tire Partner, membawa pesan yang jelas: ban adalah bagian dari keselamatan, bukan sekadar aksesoris.

Di ajang ini, Bridgestone tidak hanya memamerkan produk unggulan, tetapi juga menghadirkan program edukasi ban untuk konsumen.

Langkah ini terasa relevan, apalagi di era sekarang ketika banyak pengguna kendaraan lebih paham fitur infotainment daripada tekanan angin ban.

Padahal, tekanan angin yang salah bisa membuat ban cepat aus, membuat pengereman tidak optimal, bahkan meningkatkan risiko pecah ban di kecepatan tinggi.

Edukasi seperti ini bukan hal glamor. Tapi justru di situlah Bridgestone terlihat serius mereka tidak menjual ketakutan, tapi menawarkan pengetahuan.

50 Tahun, dan Bridgestone Masih Menjadi Nama yang Sama Kuatnya

Ada brand yang bertahan karena kebetulan. Ada brand yang bertahan karena konsisten. Bridgestone Indonesia, dari Bekasi hingga Karawang, dari pasar lokal hingga ekspor global, telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar produsen ban—mereka adalah bagian dari perjalanan Indonesia.

Dan ketika mereka kembali hadir di IIMS 2026, perayaannya bukan sekadar ulang tahun. Ini semacam pernyataan keras namun elegan: Bridgestone belum selesai. Dan mereka masih ingin memimpin jalan.

Karena di dunia otomotif, mesin boleh semakin pintar. Mobil boleh semakin listrik. Tapi satu hal tidak berubah:
yang menyentuh aspal tetap ban. Dan Bridgestone sudah 50 tahun menjaga itu.****

  • Penulis: dimas
  • Editor: RM.Dimas Wirawan

✈︎ Random Artikel

expand_less