43 Tahun Hino Indonesia, Dari Purwakarta Mesin Industri Nasional Terus Bergerak
- account_circle dimas
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 181
- comment 0 komentar
- print Cetak

43 Tahun Hino Indonesia, Pabrik Purwakarta Jadi Tulang Punggung Truk Nasional
PT Hino Motors Manufacturing Indonesia menegaskan komitmen jangka panjang lewat investasi USD 112,5 juta, produksi 75.000 unit per tahun, ekspor global, dan Total Support untuk Indonesia
OTOExpo.com , Jakarta – Perjalanan panjang Hino Indonesia selama lebih dari empat dekade bukan sekadar catatan usia, melainkan potret konsistensi industri.
Sejak berdiri pada Desember 1982 sebagai PT Hino Indonesia Manufacturing, Hino telah menanamkan fondasi manufaktur kendaraan niaga yang kini menjelma menjadi salah satu tulang punggung industri otomotif nasional.
Tonggak penting terjadi pada April 2003, ketika perusahaan bertransformasi menjadi PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI).
Seiring perubahan tersebut, arah bisnis Hino di Indonesia dipertegas: menjadikan Indonesia sebagai basis produksi utama kendaraan niaga, tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk jaringan global Hino Motors.
HMMI merupakan perusahaan patungan dengan komposisi kepemilikan 90% Hino Motors Ltd. dan 10% PT Indomobil Sukses Internasional Tbk.
Total investasi yang telah ditanamkan mencapai USD 112,5 juta, dengan kapasitas produksi terpasang hingga 75.000 unit kendaraan per tahun.

Seluruh aktivitas manufaktur terpusat di Kawasan Industri Bukit Indah (KBI), Purwakarta, di atas lahan seluas 293.863 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 123.153 meter persegi.
Pabrik ini dirancang sebagai fasilitas terintegrasi yang mencakup jalur produksi Light Duty Truck (LDT), Medium Duty Truck (MDT), bus, mesin, serta machining komponen utama.
Produksi Hino di Indonesia berkembang secara bertahap dan strategis. Dimulai dari produksi bus pertama AK174LA pada 1986, dilanjutkan produksi mesin H07C-D4 dan truk FF172/173LA pada 1985.
Seiring waktu, tingkat lokalisasi meningkat mencakup kabin, mesin, sasis, hingga komponen utama lainnya.
Pabrik Purwakarta mulai memproduksi LDT pada 2003, MDT pada 2009, bus melalui fasilitas MDW pada 2018, serta engine plant (HEP) yang mulai beroperasi pada 2021.
Sejak 2022, Hino Indonesia secara penuh memproduksi kendaraan standar Euro 4 untuk pasar domestik, mencakup LDT, MDT, dan bus.
Sepanjang periode 2003 hingga Desember 2025, produksi kendaraan Hino di Indonesia menunjukkan dinamika yang mencerminkan kondisi industri nasional, termasuk fase pertumbuhan, pemilu, hingga pandemi.
Pada tahun-tahun puncaknya, total produksi tahunan pernah menembus lebih dari 60.000 unit, menjadikan HMMI salah satu fasilitas produksi kendaraan niaga terbesar di Indonesia.
Saat ini, Hino Indonesia memproduksi mencakup:
-
Truk kargo, dump, mixer, dan tractor head
-
Bus mikro, medium, dan big bus
-
Model khusus untuk pasar domestik dan ekspor
HMMI juga telah mengantongi sertifikasi TKDN untuk 31 tipe kendaraan, dengan kandungan lokal berkisar 44,35% hingga 57,26%, memperkuat posisi Hino sebagai produsen yang mendukung industri dalam negeri.
Operasional HMMI didukung oleh 1.548 tenaga kerja per Desember 2025. Proses produksi telah memenuhi standar internasional melalui sertifikasi ISO 9001 (Manajemen Mutu), ISO 14001 (Manajemen Lingkungan), dan ISO 45001 & SMK3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), serta Conformity of Production untuk konsistensi kualitas.

43 Tahun di Indonesia, Hino Perkuat Industri Otomotif Lewat Produksi Lokal dan Ekspor Global
Sejak pengiriman perdana pada 2011, Hino Indonesia secara konsisten mengekspor kendaraan dalam bentuk CBU, CKD, dan komponen ke berbagai negara.
Tujuan ekspor mencakup kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Selatan dan Pasifik, termasuk Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Pakistan, Taiwan, Jepang, Bolivia, Haiti, dan Papua Nugini.
Peran ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya pasar, tetapi simpul penting dalam rantai pasok global Hino Motors.
Komitmen Hino tidak berhenti di lini produksi. Pada Januari 2022, Hino meresmikan Hino Total Support Customer Center (HTSCC) di Purwakarta.
Fasilitas ini menjadi pusat pelatihan pengemudi dan teknisi, dengan fokus pada keselamatan, efisiensi operasional, dan pemahaman karakter kendaraan niaga.
“Melalui HTSCC, kami memperkuat komitmen Total Support dengan menghadirkan pusat pelatihan yang berfokus pada keselamatan, peningkatan kompetensi, dan efisiensi operasional,” ujar Pieter Andre, Training Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia.
Selama lebih dari 43 tahun, Hino Indonesia membuktikan bahwa industri kendaraan niaga tidak dibangun secara instan. Ia tumbuh dari investasi jangka panjang, penguasaan teknologi, pengembangan SDM, dan komitmen berkelanjutan terhadap pasar.
Dari Purwakarta, Hino terus menggerakkan roda logistik, transportasi, dan ekonomi nasional secara konsisten, terukur, dan relevan dengan zamannya.****
- Penulis: dimas
- Editor: RM.Dimas Wirawan
